Nasi Bakar Lampung Buruan Kuliner Nusantara Harganas XXIV
LAMPUNG — Sebanyak 32 stan untuk lokasi berjualan kuliner berupa makanan,kudapan dan minuman disediakan di pasar rakyat dan kuliner berdekatan dengan lokasi pameran untuk kegiatan gelar dagang menyemarakkan rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV di kompleks pusat kegiatan olahraga (PKOR) Way Halim Bandarlampung Provinsi Lampung.
Puluhan stan makanan dan minuman tradisional dari berbagai wilayah di nusantara tersebut ditata dengan ribuan tempat duduk di bagian dalam dan luar untuk memberi kenyamanan kepada pengunjung yang ingin merasakan berbagai sajian kuliner khas Nusantara diantaranya bakso, sate, mie ayam, lodeh, manisan serta berbagai jenis minuman dan beragam makanan lain.
Salah satu makanan tradisional yang disajikan dalam pasar rakyat dan kuliner tersebut di antaranya menu nasi bakar dilengkapi dengan sajian es cendol manis yang merupakan sajian khas dari rumah makan LG yang berada di Jalan Way Sekampung Pahoman Bandarlampung.
Menu unik yang melengkapi sajian kuliner nusantara tersebut banyak menjadi buruan pengunjung dengan varian nasi bakar isi ayam balado,empal sapi dan ayam bakar di tengah kuliner lain yang menjadi daya tarik saat jam makan siang.
“Kami buka sudah dua hari dan omzetnya lumayan karena banyak masyarakat yang hadir belum merasakan nasi bakar mencoba menikmatinya berikut minuman es cendol santan dan gula aren yang bisa disantap di tempat yang telah tersedia,” terang Koko Fen Fen pemilik rumah makan LG yang menyajikan menu khas nasi bakar dalam pasar rakyat dan kuliner peringatan Harganas XXIV di PKOR Way Halim Bandarlampung saat ditemui Cendana News, Jumat siang (14/7/2017)
Pada hari pertama gelaran Harganas XXIV Koko Fen Fen menyebut menghabiskan sebanyak 100 porsi lebih nasi bakar berikut es cendol dengan omzet lebih dari Rp 4juta dan diakuinya dalam kondisi masih sepi.
Pada hari kedua Kokko hingga tengah hari telah menjual 200 porsi nasi bakar bungkus daun pisang dan cendol dengan perkiraan omzet mencapai Rp5 juta lebih dengan harga seporsi nasi bakar Rp30 ribu dan es cendol Rp10 ribu.
Pedagang kuliner lain Santi yang berjualan empek empek mengaku menjual empek empek berbagai varian diantaranya kapal selam,empek empek lenjer dan tekwan serta model telah menjual ratusan porsi.
Ia mengaku antusiasme masyarakat akan makanan tradisional masih tinggi terutama berbagai jenis makanan tradisional dihadirkan dalam Harganas XXIV tersebut dan cukup menguntungkan bagi pedagang.
Wanita yang memiliki tempat penjualan empek empek ikan tersebut mengaku selain menjual langsung ia mengaku dengan membuka stan banyak masyarakat yang memesan secara online paska merasakan kuliner tradisional yang dijualnya. Selain mendapat omzet lebih dari Rp3juta perhari ia berharap bisa meningkatkan penjualan setelah kegiatan tersebut.
Harganas XXIV di Provinsi Lampung menurut Ketua TP PKK Provinsi Lampung Yustin Ridho Ficardo diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya bakti sosial,pusat kegiatan gelar dagang,pusat pasar rakyat dan kuliner, kemah keluarga Indonesia yang diikuiti oleh sebanyak 34 provinsi di Indonesia dan sebanyak 17 kabupaten kota di Provinsi Lampung.
“Berbagai kegiatan yang dilakukan ini merupakan ajang untuk silaturahmi seluruh provinsi di Indonesia mengenal beragam kuliner khas,pakaian khas hingga bisa menjadi ajang ekonomi kerakyatan yang selanjutnya bisa meningkatkan perekonomian nasional,” terang Yustin Ridho Ficardo.
Selain itu ia berharap dengan adanya stan kerajinan dan kuliner nilai nilai persatuan sebagai bangsa Indonesia yang dimulai sebagai keluarga kecil dan keluarga bangsa Indonesia bisa ditumbuhkan dengan penyelenggaraan Harganas XXIV dengan Lampung sebagai tuan rumah.


