Lamsel Gelar Gebyar PAUD Peringati HAN 2017

LAMPUNG — Hari Anak Nasional (HAN) 2017 diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan menggelar gebyar Pendidikan Anak Usia Dini di Lapangan Cipta Karya Kecamatan Kalianda, Selasa (25/7/2017).

Bupati Lamsel, Zainudin Hasan, melihat stand hasil kerajinan masyarakat pada Gebyar PAUD, [Foto: Henk Widi]
Ribuan siswa sekolah dari tingkat PAUD hingga TK terlihat memadati lapangan Cipta Karya untuk memperingati HAN yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya senam seribu, tarian tradisional tuping dan aksi polisi cilik (pocil) dari Polres Lampung Selatan.

Ribuan siswa sekolah dari berbagai kecamatan di Lampung Selatan bahkan menampilkan berbagai tarian yang sudah dipersiapkan oleh masing-masing guru, dengan mengenakan pakaian adat Lampung, lengkap dengan kain tapis serta siger yang dikenakan anak-anak perempuan dan pakaian adat Lampung oleh siswa laki-laki.

Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, dalam sambutannya, mengapresiasi guru-guru PAUD, TK yang memiliki kepedulian dalam pelestarian budaya, khususnya dalam kesenian tarian. Selain kesenian tarian tradisional yang merupakan kekayaan adat di Lampung Selatan dengan mengenakan baju adat serta memperkenalkan kebudayaan sejak dini, bisa menumbuhkan kecintaan anak-anak akan budayanya.

“Sebagai tenaga pendidik memiliki kewajiban untuk menanamkan nilai budaya dan tentunya kecintaan pada budaya tersebut bisa ditanamkan sejak dini, di antaranya kegiatan gebyar PAUD memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional, bisa menjadi ajang silaturahmi antar sekolah,” terang Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan.

Menurut Zainudin, kecintaan pada adat budaya juga terlihat dengan penampilan anak-anak siswa TK dan PAUD dengan penampilan tarian tuping, sementara pada penampilan gerakan polisi cilik menjadi sebuah upaya sekolah untuk memperkenalkan dan mendekatkan profesi polisi kepada anak-anak.

Gebyar PAUD juga dimeriahkan oleh tarian tuping yang dibawakan oleh para tenaga pendidik, mengenakan kostum terbuat dari daun-daun pisang kering dan daun-daun hijau. Tarian tuping yang menjadi tarian tradisional penyambutan tamu sekaligus memiliki nilai historis perjuangan pahlawan asal Lampung Selatan, Raden Inten II, tersebut merupakan simbol dua belas pengawal atau prajurit pahlawan Raden Inten II dalam melawan penjajah Belanda.

Menurut Hestiana, salah satu guru TK di Kalianda, beberapa pekan sebelumnya para siswa telah dilatih melakukan beberapa jenis tarian dan senam seribu untuk memeriahkan peringatan HAN dalam gebyar PAUD tersebut. Selain dipergunakan untuk penampilan pada acara peringatan hari anak, melatih siswa untuk mengenal tarian tradisional di antaranya tari bedana, tari sembah, tari tuping dan tarian adat dari daerah lain di Indonesia, menjadi upaya sekolah melatih karakter anak.

“Kita tanamkan keberanian dan juga membuat anak mencintai budayanya, khususnya kesenian daerah yang akan punah jika tidak dilestarikan”, ungkap Hestiana.

Gebyar PAUD yang dihadiri pula oleh Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra, Kepala Dinas Pendidikan, Anas Ansori, Dandim 0421/LS, Letkol Arm. Untoro Hariyanto, acara tersebut juga menggelar beberapa stand dari beberapa kecamatan di Lamsel menampilkan produk lokal. Di antaranya, hasil kreasi anak dan produk makanan tradisional, seperti keripik pisang dan berbagai olahan makanan tradisional lainnya.

Lihat juga...