Kendalikan Inflasi, Balikpapan Manfaatkan Program Tol Laut
BALIKPAPAN — Program tol laut Pemerintah Pusat dari wilayah barat menuju timur yang digunakan menekan harga, dapat juga dimanfaatkan kota Balikpapan. Mengingat 95 persen pasokan bahan pangan dipasok dari luar daerah kota minyak tersebut.
Tidak hanya bahan makanan yang dipasok dari luar daerah, program tol laut juga dapat mengendalikan inflasi suatu daerah. Apalagi, inflasi di kota Balikpapan juga salah satu daerah yang tinggi.
“Inflasi harus kita jaga, saya berinisiatif dengan stakeholder dan yang ada disini untuk minta masukan dan saran untuk Balikpapan. Tol laut dapat bersinggah di Balikpapan karena banyak dipasok dari Sulawesi,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai menggelar aspirasi seputar pelayanan kepelabuhan di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Jumat (14/7/2017).
Menurutnya, Kaltim menjadi kekuatan ekonomi di pulau Kalimantan karena perlu didorong provinsi ini lebih baik lagi dalam pertumbuhan ekonomi.
“Pelabuhan sebagai basis logistik. Di sini kami ingin melayani, ingin tahu dari teman-teman ada masalah apa kami tampung untuk lakukan perbaikan-perbaikan,” ungkapnya.
Untuk pelaksanaan program tol laut Budi mengatakan, kajian tidak perlu dilakukan karena sebenarnya kerjasama dengan transportir, sehingga tinggal ditentukan titiknya. Namun demikian diperlukan ujicoba sebelum dilaksanakan di Balikpapan.
“Sebenarnya ga perlu kajian karena kerjasama dengan transportir. Nanti tinggal kita tentukan titiknya. Berapa titik yang ditentukan, tapi kita perlu ujicoba dulu tentunya. Balikpapan tidak perlu dikhawatirkan karena pastinya volume ada,” pungkasnya.
Selain itu, Menhub juga mengulas program pemerintah pusat terkait revitalisasi pelabuhan dalam penyerapan aspirasi tersebut.
“Kita harus perbaiki masalah dwellingtime agar biaya makin efisien dan tidak mahal. Soal keselamatan juga penting dan lainnya mengenai pelabuhan,” tandasnya.
Di kesempatan itu, Pemerintah Kota Balikpapan mendukung program tol laut karena kebutuhan kota sangat bergantung pada Jawa dan Sulawesi.
Wakil Wali Kota sekaligus Ketua INSA Balikpapan Rahmad Mas’ud juga mengharapkan dapat masuk dalam program tol laut.
“Harapannya Balikpapan bisa masuk program tol laut. Pengusaha lokal dalam industri migas khusus terutama bagj pemilik kapal di bawah 500 Gt juga dapat terlibat,” tukasnya.
Disebutkannya dengan masuk program tol maka harga kebutuhan pangan dapat dikontrol dengan maksimal. Karena apabila pengiriman barang terganggu maka dapat mempengaruhi inflasi.