Hujan Jadi Ancaman Petani Kacang Tanah Lombok

LOMBOK — Hujan disertai mendung yang terjadi secara terus menerus dalam beberapa hari di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak saja meresahkan petani tembakau, karena terancam gagal panen.

Kondisi tersebut juga banyak diresahkan petani kacang di sebagian wilayah pertanian Pulau Lombok, karena terancam mengalami gagal tanam.

“Sebab kondisi tanah yang terlalu becek bisa mengakibatkan biji kacang yang hendak maupun sudah ditanam bisa membusuk, karena suhu tanah areal persawahan terlalu dingin dan banyak air,” kata H. Ismail, petani kacang, Desa Mertak Tombok, Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News, Selasa (18/7/2017).

Menurut Ismail, dirinya bersama petani lain di desanya biasa menanam kacang tanah usai panen padi musim tanam kedua kalinya dan itu rutin dilakukan setiap tahun.

Ismail sendiri telah menanami sebagian areal persawahannya kacang tanah semenjak beberapa hari lalu, dengan sistem gogorancah (Gora) diatas lahan sawah yang telah diolah tanahnya, tapi semenjak saat itu hujan disertai mendung terus terjadi sampai sekarang.

Masni, petani kacang tanah lain mengaku, seharusnya kalau kondisi cuaca normal, hanya dalam waktu empat sampai lima hari semenjak ditanam, tunas biji kacang tanah sudah tumbuh.

“Tapi karena hujan terus terjadi selam satu minggu terahir, besar kemungkinan banyak biji kacang tanah yang ditanam dengan Gora banyak rusak membusuk dan harus menanam ulang.”

Dirinya pun berharap, dalam beberapa hari ke depan, cuaca akan bisa cerah, sehingga kondisi tanah yang terlalu becek dan dingin bisa lebih kering, supaya menanam ulang.

 

Lihat juga...