Korban Kebakaran Makassar Membutuhkan Bantuan
MAKASSAR — Suryani perempuan 35 tahun ini tampak lesu membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Suryani termasuk salah seorang dari 28 kepala keluarga korban kebakaran yang terjadi minggu sore lalu di Jalan Kesatuaan Kecamatan Maccini. Kebakaran ini menghanguskan setidaknya 13 rumah semi permanen, termasuk rumah milik Suryani.
Tragedi kebakaran itu menyisakan kesedihan yang sangat medalam bagi Suryani. Tidak hanya menghanguskan rumah tempat dirinya berteduh. kebakaran ini juga mengahabiskan harta benda milik Suryani. Hanya, sisa baju yang menempel di badan yang dipakai Suryani.
Suryani salah satu korban kebakaran ini tampak berkaca-kaca ketika menceritakan kembali kronologi kebakaran tersebut. Bagaimana, dirinya tiba-tiba melihat percikan api dan berubah menjadi besar
“Awalnya saya cuma melihat percikan api, mungkin itu dari kabel listrik yang mengalami korsleting listrik, saya sudah 2 kali mengalami kejadian ini kejadian pertama nyawa ibu saya melayang gara-gara kebakaran sehingga membuat saya menjadi trauma,” cerita Suryani pada Cendana News sambil menangis selasa (18-07-2017).
Karena keterbatasan akses jalan yang sempit membuat pemadaman kemarin agak sulit dilakukan oleh pemadam kebakaran, tidak hanya itu saja, banyak rumah yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar. Sehingga, membuat para penghuni rumah tidak sempat menyelamatkan lagi harta bendanya.
Yang membuat hati Suryani sedih kedua buah hatinya terpaksa libur untuk sementara waktu. Perlengkapan sekolah anaknya juga turut habis terbakar. Ditambah lagi belum tersalurkannya batuan berupa perlengkapan sekolah buat keluarga korban kebakaran.
Sambil menyeka air matanya itu Suryani berusaha tegar untuk menghadapi cobaannya. Demi anak-anaknya dirinya terlihat kuat didepan kedua anaknya yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah dasar (SD).
“Sejauh ini bantuan yang datang hanya berupa sembako dan juga pakaian sehari yang baru kami terima. Untuk meringankan beban kami ini”. imbuhnya
Suryani sangat berharap bantuan berupa perlengkapan sekolah dapat segera terpenuhi. Apalagi suaminya dalam keadaan tidak memiliki pekerjaan, sehingga hal ini menambah kegundahan hati Suryani. Kebutuhan perlengkapan sekolah tidak hanya anak Suryani saja tapi juga anak-anak yang menjadi korban kebakaran.
Sementara Pia , salah seorang anak sekolah mengungkapkan kesedihan yang sama. Perlengkapan sekolah habis dilalap sang jago merah dan tidak ada yang tersisa. Dan yang menambah kesedihannya adalah karena, sebagai siswa baru semestinya dirinya tidak bisa mengikuti masa orientasi di sekolah seperti siswa lainnya.
“Saya baru diterima kemarin di salah satu SMAN yang ada di Makassar semestinya saya bisa bersekolah senin kemarin namun karena ada kejadian ini saya tidak bisa pergi ke sekolah, “cetusnya dengan sedih.
Saat ini para korban sangat membutuhkan bantuan berupa kasur dan selimut untuk tidur. Karena, sementara ini para korban kebakaran tidur hanya beralaskan terpal. Tidak hanya itu mereka juga mengharapkan agar pemerintah juga bisa memberikan bantuan materil untuk membagun kembali rumahnya.