Homestay di Desa Mandiri Lestari Argomulyo Masih Butuh Pendampingan

BANTUL — Baru berjalan sekitar 2-3 bulan, keberadaan sejumlah homestay yang merupakan bagian program Desa Mandiri Lestari di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, memang belum menampakkan hasil secara signifikan. Dari 10 rumah warga yang dilakukan bedah rumah dan diubah menjadi homestay, masih ada beberapa yang hingga saat ini belum mendapatkan tamu seorang pun.

Selain karena program Desa Mandiri Lestari ini masih tahap awal, sejumlah kendala juga dihadapi pihak pengelola. Baik itu terkait kesiapan SDM, hingga masalah pemasaran. Kepala Desa Argomulyo, Bantul, Bambang Sarwono, menyebutkan melalui Program Desa Mandiri Lestari, Yayasan Damandiri yang bergerak di bidang pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan, memberikan bantuan berupa pendirian homestay bagi warga.

Sebanyak 10 rumah warga miskin yang kurang layak di desa Argomulyo, disulap menjadi homestay. Pembangunan homestay sebanyak 5 rumah di dusun Kemusuk Lor dan 5 rumah di dusun Kemusuk Kidul ini, diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga. Dengan pengintegrasian sejumlah potensi wisata yang dimiliki, keberadaan homestay di Argomulyo ini diharapkan dapat menggairahkan sektor pariwisata yang pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian warga.

Sayangnya, kurangnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di desa Argomulyo. Dimana warga masyarakat desa masih belum memiliki kemampuan maupun keahlian dalam mengelola sejumlah potensi. Seperti misalnya dalam mengembangkan desa Argomulyo sebagai rintisan desa Wisata, menjadi persoalan sekaligus tantangan yang dihadapi pihak pengelola saat ini.

“Kendalanya mungkin pada kesiapan SDM. Karena kita masih termasuk rintisan desa wisata. Sehinga warga masyarakat masih perlu dilatih dalam hal kepariwisataan. Seperti bagaimana menyiapkan tempat wisata yang baik, bagaimana melayani tamu wisatawan yang baik, dan sebagainya,” ujarnya.

Hal tersebut nampaknya diamini, salah seorang penerima program bedah rumah sekaligus pemilik homestay di dusun Kemusuk Lor, Tirta Prasetya. Ia menyebut sejak didirikan beberapa bulan silam, belum ada satupun tamu wisatawan yang menginap di homestay miliknya. Homestay pun dimanfaatkan sebagai tempat tinggal sementara anggota keluarga.

“Sampai saat ini belum ada satupun tamu yang menginap. Kita hanya bisa menunggu, karena kita juga tidak tahu bagaimana mencari tamu. Karena masalah tamu sudah diurus oleh pihak pengelola,” katanya belum lama ini.

Kepala Desa Argomulyo, Bambang Sarwono, sendiri membenarkan pengelolaan homestay khususnya terkait promosi memang dilakukan sepenuhnya oleh pengurus. Yakni dengan memanfaatkan teknologi Internet baik itu website maupun media sosial, yang terintegrasi dengan pengelolan wisata di Argomulyo, seperti wisata kars tubing, Moseum Memorial Soeharto, produsen Jamu Herbal, hingga potensi kesenian tari dan karawitan.

“Memang adanya program Desa Mandiri Lestari ini sangat membantu pemerintah dalam mengembangkan potensi yang ada. Hanya saja memang kita masih butuh pendampingan dan pelatihan bagaiama mengelola dan memaksimalkannya. Karena beberapa program seperti warung Damandiri yang dibangun beberapa waktu lalu, hingga saat ini juga masih belum berjalan,” katanya.

 

Lihat juga...