Hari Pertama Sekolah, Orangtua Terlibat dalam Tradisi Rebutan Bangku
LAMPUNG— Hari pertama mulai memasuki tahun ajaran baru setelah libur panjang kenaikan kelas dan Idul Fitri 1438 Hijriyah, sejumlah sekolah sudah mulai terlihat didatangi oleh murid bersama orangtua. Pemandangan berbeda terlihat di Sekolah Dasar di Lampung, terutama di beberapa kecamatan pinggiran kota Kalianda, dimana orang tua datang ke sekolah lebih awal.
Bahkan sejak pukul 06.00 pagi, saat pintu pintu ruang kelas belum dibuka, siswa dan orangtua telah menunggu di depan pintu kelas untuk mendapatkan tempat duduk yang diinginkan. Banyak murid bahkan berangkat pagi untuk berebut bangku sekolah di deretan depan kelas dibantu oleh orangtua sesuai kelas sang anak.
Menurut Sonia, salah satu orangtua murid kelas tiga SDN 1 Pasuruan, sebagian besar siswa sengaja datang lebih pagi pada hari pertama masuk sekolah untuk bisa memilih tempat duduk yang paling depan, dengan harapan dapat belajar dengan optimal.
Bahkan tidak sedikit orang tua yang justru mencarikan tempat duduk anaknya sementara sang anak menurut keinginan orangtua yang telah memilihkan tempat duduk untuknya.
Menurut Sonia, sejak sehari sebelum masuk sekolah tahun ajaran baru dua putera kembarnya bernama Alif dan Bakda yang berumur 9 tahun pada tahun ajaran baru ini naik kelas 4 meminta kepadanya dibangunkan sejak subuh agar mempersiapkan diri dan bisa berangkat lebih awal. Selain jarak rumah dan sekolah sekitar satu kilometer, tahun ajaran baru seperti saat kenaikan kelas sebelumnya sang anak selalu minta berangkat lebih cepat.
“Karena anak saya memang berniat bangun bagi dan hanya setahun sekali maka saya turuti dengan mengantarkan sekolah sejak subuh sudah bangun lalu berangkat jam enam pagi, agar bisa dapat bangku terdepan, biar anak saya saja yang memilih tempat duduknya saya hanya mengantar,” ungkap Sonia saat ditemui Cendana News sedang mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah SD, Kamis (13/7/2017).

“Kalau saya tidak masalah terkait tempat duduk yang penting hari ini biar semangat sekolah berangkat lebih awal karena sudah hampir sebulan libur,” ungkap Andi.
Musini, salah satu guru kelas di SDN 1 Pasuruan yang sudah hadir pada pagi hari menuturkan tidak mempermasalahkan tradisi tersebut dan justru senang dengan antusiasme para orangtua dan murid yang berangkat lebih awal pada tahun ajaran baru sekolah.
Apresiasi tersebut terlebih sesudah siswa memperoleh bangku sekolah yang diinginkan sebagian tanpa diminta langsung membersihkan kelas mulai menyapu serta merapikan kelas.
Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam tradisi rebutan bangku tersebut pihak sekolah dalam hal ini beberapa guru kelas mengantisipasi dengan mengatur tempat duduk murid-muridnya agar mereka bisa mendapatkan pendidikan dan perhatian yang adil termasuk dalam tempat duduk.
Guru kelas bahkan memiliki kebijakan dengan menempatkan murid yang postur tubuhnya tinggi di belakang karena jika ditempatkan di depan akan menghalangi pandangan teman-temannya yang ada di belakangnya. Selain itu diberi pengertian kepada orang tuanya bahwa tempat duduk murid sewaktu-waktu bisa diubah-ubah posisinya oleh guru kelasnya agar mereka tidak bosan dan memisahkan murid-murid yang biasanya bikin gaduh tidak pada tempatnya.
“Sudah jadi kebiasaan di sini terutama orangtua meyakini jika anaknya mendapat bangku paling depan lebih pintar karena dekat dengan guru,” ungkap Musini.
Ia bahkan melihat proses berebut bangku bukan saja dilakukan siswa melainkan oleh orangtua. Ia berharap proses tersebut tidak berlebihan sehingga bisa mengganggu proses belajar mengajar. Meski demikian dengan pertimbangan tertentu guru sekolah memberi kebijakan setelah proses belajar mengajar selama satu bulan maka tempat duduk murid akan ditentukan oleh guru kelas untuk pertimbangan kesehatan dan pertimbangan lain.