Gagal Panen di Cianjur karena Pola Tanam Salah

CIANJUR – Sub Unit Pelayanan Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) wilayah I Cianjur, Jawa Barat, menilai gagal panen yang menimpa ratusan hektare sawah di timur Cianjur, karena pola tanam yang salah.

Koordinator Sub Unit PTPH wilayah I Cianjur, Budi Utoyo, mengatakan, serangan hama wereng, pengerek batang dan penyakit kerdil terhadap tanaman padi tidak hanya terjadi di Kecamatan Haurwangi, Bojongpicung dan Ciranjang, namun di seluruh wilayah di Indonesia.

“Pola tanam yang tidak benar dan panjangnya musim penghujan, mengakibatkan kondisi tanah selalu basah, sehingga hama dan penyakit juga menyebar dengan cepat,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya mengupayakan langkah antasipasi terjadinya gagal panen dengan menurunkan petugas POTP untuk melakukan pengamatan secara rutin setiap hari, namun dalam kurun waktu satu minggu di ambang pertumbuhan hama cenderung lebih cepat.

“Setelah dilakukan penyemprotan dengan pestisida sekalipun tidak berhasil membasmi hama, sehingga tanaman padi mati mengering dan gagal panen. Secara teori percepatan musim tanam memang menguntungkan petani, namun tetap saja mengandung resiko tinggi,” katanya.

Kesalahan pola tanam yang dilakukan petani dengan terlau memaksakan menanam padi secara berkesinambungan setiap tahun secara terus-menerus, mengakibatkann siklus atau rantai perkembangbiakan hama penyakit semakin cepat dengan populasi terus bertambah.

“Kami mengimbau petani melaksanakan pola tanam yang benar sebagaimana dianjurkan pemerintah, yaitu menggunakan pola tanam padi, padi, palawija. Kalau petani tidak mampu mengubah perilaku tersebut, maka gagal panen akan selalu terjadi,” katanya.

Seperti diberitakan, ratusan hektare sawah yang ditanami padi varietas Ciherang milik petani di dua Kecamatan wilayah timur Cianjur, terkena hama penyakit, sehingga terancam gagal panen.

Hama penyakit yang menyerang lahan pesawahan di wilayah tersebut, jenis Blas, Hama wereng coklat dan Bolokotono, akibatnya kondisi padi terlihat layu dan mati. Berbagai upaya telah dilakukan petani termasuk dengan melakukan penyemprotkan pestisida dan pungisida. (Ant)

Lihat juga...