293 Permohonan Paspor Ditolak Imigrasi Batam

BATAM – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, selama Januari hingga Mei 2017 telah menolak 293 permohonan pembuatan paspor, karena terindikasi akan digunakan untuk bekerja secara ilegal di luar negeri.

“Rata-rata kami menemukan sejumlah kejanggalan dari dokumen atau hasil wawancara pada pemohon. Termasuk alasan pembuatan paspor. Ada indikasi akan digunakan untuk keluar negeri untuk menjadi TKI ilegal. Jadi, akhirnya kami tolak permonohan tersebut,” kata Kabid Lalulintas dan Status Kemigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Feddy M Pasya di Batam, Selasa (18/7/2017).

Ia mengatakan, berbagai alasan tersebut di antaranya ingin berwisata ke luar negeri, namun saat ditanya tujuan wisatanya tidak bisa menjawab secara pasti. “Rata-rata mereka berbohong. Banyak yang bilang ingin berwisata, namun saat ditanya tujuannya tidak bisa menjawab pasti. Selain itu rata-rata bilang belum bekerja,” kata dia.

Selain itu, kata dia, ada yang ternyata pernah membuat paspor dan digunakan untuk bekerja nonprosedural. “Dengan dasar itu, kami mencurigai paspornya juga akan digunakan untuk jadi TKI nonprosedural lagi. Ada juga yang bekas TKI dan ingin buat paspor lagi, namun bilang belum pernah buat paspor. Jadi, oleh sistem langsung ditolak,” kata Feddy.

Modus lain, kata dia, ialah mengaku akan mengunjungi saudara atau keluarga di Malaysia, berobat, ataupun mengubah data diri agar bisa membuat paspor baru. “Banyak cara dipakai agar bisa menjadi TKI di luar negeri. Namun, kami memang konsentrasi agar itu tidak terjadi. Karena pasti akan menjadi masalah, sehingga banyak yang kami tolak,” katanya.

Menurut dia, sudah banyak perubahan ke arah yang lebih baik dari sistem pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Batam. “Sebelum-sebelumnya memang banyak masalah, antrean panjang, banyak yang lolos meski dokumennya bermasalah sehingga saat menjadi TKI juga bermasalah,” kata dia.

Imigrasi Batam, kata dia, juga berkepentingan agar tidak ada warga Indonesia keluar negeri menjadi TKI secara ilegal bermodalkan paspor, sehingga terjadi berbagai masalah.

“Hingga saat ini ribuan TKI bermasalah masih rutin dipulangkan dari Malaysia ke Tanjungpinang. Jadi, kami berkepentingan mencegah agar mereka tidak keluar negeri dan menimbulkan masalah,” kata Feddy. (Ant)

Lihat juga...