Embung Masih Jadi Tumpuan Pasokan Air Lahan Pertanian di Lamsel
LAMPUNG — Sejumlah petani penanam palawija di Lampung Selatan masih memanfaatkan pasokan dari sumur galian yang ada di sekitar lahan pertanian untuk penyiraman tanaman. Mereka memanfaatkannya untuk menyiram dan mengairi lahan yang berisi sayuran hingga tanaman bumbu seperti tomat, cabai merah.
Salah satu petani penanam cabai di Dusun Gubuk Seng, Desa Bakauheni, Sudin menyebutkan, keberadaan embung seluas setengah hektar yang awalnya merupakan bekas galian untuk proses penimbunan justru berguna untuk penampungan air yang tak pernah kering, bahkan saat musim kemarau.
“Awalnya hanya menjadi lokasi pembuangan air saat hujan, namun saat kemarau justru bermanfaat,” sebutnya di Bakauheni, Jumat (7/7/2017).
Tidak hanya itu, embung tersebut juga menambah nilai ekonomis bagi masyarakat yang memanfaatkanya untuk budidaya ikan air tawar. Ia bakan menyebutkan, terdapat belasan warga yang menggunakannya untuk pengairan dan budidaya.
Keberadaan embung diakuinya lebih menghemat dibandingkan harus membuat sumur bor yang memerlukan biaya sebesar Rp10juta. Sementara penggunaan embung diakuinya bisa menghemat penggunaan air bersih.
Berbeda dengan embung yang berada di Dusun Gubuk Seng yang hanya seluas setengah hektar dengan kedalaman mencapai empat meter dan mampu menampung ratusan kubik air, embung sejenis sengaja dibuat di persemaian permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDASWSS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Desa Karangsari Kecamatan Ketapang.

Selain dimanfaatkan sebagai air untuk menyiram jutaan bibit tanaman kayu sebagian masyarakat juga memanfaatkan embung untuk melakukan penyiraman pada lahan pertanian sayuran dan cabai merah.
“Selama embung tidak digunakan dengan banyaknya pasokan air saat musim hujan kami menebar benih ikan mujahir,patin dan lele untuk dikembangkan dan bisa menjadi lokasi pemancingan”terang Slamet.
Ia menyebut selain embung di lokasi tersebut juga disediakan sebanyak empat sumur bor yang terhubung ke beberapa bak penampungan air untuk proses penyiraman dan kekurangan pasokan air diperoleh dari embung dengan cara melakukan proses penyedotan menggunakan mesin pompa.
Ia berharap beberapa embung bisa dibuat untuk menampung air hujan sehingga kawasan di hutan register I Way Pisang bisa tetap mempertahankan pasokan air bahkan saat musim kemarau.