Duta Anti Narkoba, Sinergi Pemberantasan Antar Elemen Masyarakat

MALANG – Mengintensifkan gerakan anti narkoba sehingga dapat menjangkau semua lapisan masyarakat di Kota Malang, Badan Narkotika Nasional (BNN) berencana membentuk duta anti narkoba khusus Bintara Pembina Desa (Babinsa) serta Bintara Pembina dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas).

Hal tersebut disampaikan Ketua BNN Kota Malang, Bambang Sugiharto, usai menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang digelar Forum Masyarakat Anti Narkoba.

“Personil BNN saat ini sangat terbatas. Oleh sebab itu, saya punya gagasan pembentukan duta anti narkoba khusus Babinsa dan Babinkamtibmas yang jumlahnya mencapai 171 orang,” ujarnya, Sabtu (15/7/2017).

Mereka akan dilatih sebagai ujung tombak penyuluhan anti narkoba di lingkungannya. Bisa juga nanti mereka punya kemampuan dan keterampilan sebagai pendeteksi awal keberadaan narkoba sehingga bisa menjadi agen BNN.

“Karena menurut kami, Babinsa dan Babinkamtibmas adalah ujung tombak yang paling efektif untuk memerangi narkoba,” terangnya. Selain itu, ada baiknya jika muncul tim sapu bersih anti narkoba yang gerak langkahnya bisa berpadu dengan TNI, kepolisian, BNN, maupun Satpol PP.

Dengan melihat jumlah penduduk Kota Malang sekitar 850 ribu orang, BNN tidak bisa secara menyeluruh menyentuh mereka. Maka, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Menurut Bambang, semakin banyak elemen yang membantu BNN maka akan semakin baik.

Lebih lanjut Bambang menyebutkan, BNN memiliki empat tugas pokok yang salah satunya adalah berupa tindakan persuasif sebagai tim penyuluh. Di situ terdapat seksi pencegahan maupun seksi pemberdayaan masyarakat sehingga bila ada masyarakat yang menjadi korban, mereka akan dilatih menjadi entrepreneur. Kemudian ada seksi rehabilitasi dan seksi penindakan serta pemberantasan.

“Di sini kami punya pemetaan jaringan dengan menganalisis tempat-tempat yang dianggap rawan. Karena sekarang kecenderungannya masing-masing kelurahan mempunyai spesialisasi. Ada yang khusus menjual ganja, khusus menjual sabu-sabu dan ada yang khusus menjual ekstasi,” sebutnya. Tidak hanya itu, sekarang muncul lagi narkoba jenis flaka, crocodile, tembakau gorila dan 4 cmc. Empat jenis ini yang harus dicari di Malang.

“Tapi, alhamdulillah, selama ini di Malang belum ada indikasi keberadaan empat jenis narkoba tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...