Darmin Nasution Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sedikit di Atas 5 Persen

JAKARTA – Secara umum kondisi perkembangan pertumbuhan perekonomian Indonesia hingga pertengahan tahun 2017 bisa dibilang cenderung stabil yaitu berada di kisaran angka plus minus 5 persen. Hingga semester 1, yaitu antara bulan Januari hingga Juni 2017 pertumbuhan perokonomian Indonesia tidak banyak berubah.

Ada beberapa indikator yang menjadi penyebab stabilnya perkembangan kondisi perekonomian Indonesia sepanjang Semester 1 2017. Salah satu faktor utama pemicunya adalah terjadinya Inflasi yang rendah dan terkendali, dimana perkembangan Inflasi sepanjang bulan Juni 2017 masih berada di bawah hanya nol koma alias masih di bawah 1 persen.

Menurut penjelasan yang disampaikan Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menkoperekonomian) Republik Indonesia kepada wartawan di Jakarta, dirinya memprediksi bahwa perkembangan pertumbuhan perekonomian di Indonesia pada Semester ke 2 yaitu antara bulan Juli hingga Desember 2017 diperkirakan tidak akan jauh berbeda.

Darmin Nasution memprediksi bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Semester ke 2 diperkirakan berada pada kisaran 5 persen atau lebih sedikit. Hal tersebut dipengaruhi semakin meningkatnya ekspor Indonesia ke luar negeri. Selain itu juga dipengaruhi oleh perkembangan perekonomian dunia yang cukup stabil walaupun belum mengalami peningkatan yang berarti.

“Saya optimis bahwa prediksi atau perkiraan pertumbuhan perekonomian di Indonesia sepanjang Semester 2 Tahun 2017 masih tetap di angka 5 persen atau bahkan mungkin bisa lebih. Ya secara keseluruhan kira-kira hampir sama dengan pencapaian pertumbuhan perekonomian Indonesia pada semester 1 Tahun 2017 yaitu mampu mencapai plus minus 5 persen,” kata Menkoperekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Minggu (23/7/2017).

Darmin Nasution juga menjelaskan bahwa jika pertumbuhan perekonomian Indonesia sepanjang Semester 2 Tahun 2017 bisa sedikit diatas 5 persen maka tidak tertutup kemungkinan laju Inflasi juga akan stabil dan tetap terjaga yaitu berada di bawah kisaran 1 persen atau nol koma sekian. Salah satu sebabnya karena Pemerintah telah berhasil mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok yang paling banyak dibutuhkan masyarakat Indonesia.

 

 

Lihat juga...