Berwisata Edukatif di Grand Maerakaca

SEMARANG – Grand Maerakaca berada di daerah komplek Maerakaca PRPP di Jalan Puri Anjasmoro, Semarang, Jawa Tengah. Grand Maerakaca merupakan miniatur Jawa Tengah  yang diharapkan dapat menjadi tempat wisata edukasi dan budaya bernilai alternatif.

Nama Puri Maerokoco diambil dari salah satu bagian epos Mahabarata yang menceritakan tentang keinginan salah seorang dewi memiliki seribu bangunan hanya dalam waktu satu malam. Nama Puri Maerakaca sendiri sekarang mulai berganti dengan nama Grand Maerakaca sejak dimulainya berbagai perombakan yang ada di Puri Maerakaca.

Tempat ini dibangun sebagai perwakilan 35 adat-istiadat, budaya dan rumah adat yang dimiliki kabupaten/kota di Jawa Tengah. Seiring berjalannya waktu, Puri Maerokoco telah menjadi tempat wisata yang berbasis edukasi dan budaya. Tak hanya anak-anak sekolah, para remaja pun gemar menghabiskan liburan untuk mengunjungi tempat ini.

Pengunjung dapat leluasa memilih anjungan yang dikunjungi. Setiap rumah adat dihias dengan ornamen yang disesuaikan dengan masing-masing daerah. Misalnya rumah adat dari Kudus yang dihiasi dengan ukiran khas ‘kota jenang’ itu. Dibangun pula sebuah Menara Kudus yang identik dengan masjid dan Sunan Kudus. Berbeda lagi dengan rumah adat Brebes yang dihias dengan patung telur asin dan patung bawang merah sebagai ciri khas dari Kabupaten Brebes.

Pengelola PRPP bagian marketing event, Anggia Restu Maulida, menceritakan sudah bertahun-tahun pengunjung Puri Maerakaca mengalami penurunan. Karena itu pihak pengelola mulai melakukan banyak perbaikan supaya Puri Maerakaca menjadi ramai kembali. Perbaikan itu dimulai dengan adanya tracking hutan mangrove. Saat launching wahana Puri Maerakaca yang baru ini, pihak pengelola memilih ada pembaruan nama yaitu Grand Maerakaca. Hal ini sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat bahwa ada yang baru dari Puri Maerakaca.

“Bagian utama dari Grand Maerakaca adalah perbaikan-perbaikan dari setiap anjungan kabupaten/kota. Perbaikan anjungan yang begitu banyak tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena itu agar antusias pengunjung tetap banyak, maka kami memilih untuk melaunching wahana tracking hutan mangrove terlebih dahulu. Supaya baik anak-anak, remaja, pemuda, maupun dewasa bisa tertarik untuk mengujungi Grand Maeracaka,” ujar Anggia.

Anggia juga menjelaskan bahwa sembari melakukan perbaikan pada setiap anjungan, pihak pengelola juga mulai mengajak masyarakat untuk melakukan event di Grand Maerakaca. Dirinya berharap banyak sekolah yang mengadakan kegiatan-kegiatannya di Maerakaca. Misalnya, ada lomba mewarnai, lomba menggambar dan lomba lainnya bisa menggunakan salah satu anjungan yang ada di Grand Maerakaca.

“Bulan Ramadhan kami mengadakan beberapa event. Salah satunya yaitu lomba  menggambar kartu ucapan lebaran bagi anak-anak. Event tersebut salah satu tujuannya juga mengajak masyarakat supaya tertarik mengadakan event di anjungan-anjungan yang ada di Grand Maeracaka. Selain anak-anak bisa berkeliling ke anjungan-anjungan yang ada, mereka juga bisa menggunakan salah satu anjungan untuk dijadikan tempat inti dari event yang mereka adakan,” imbuh Anggia.

Anggia Restu Maulida. Foto: Khusnul

 

Lihat juga...