BMKG Ketaping: Potensi Kebakaran Lahan Terjadi di Tiga Provinsi

PADANG — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping Padang Pariaman, Sumatera Barat menyebutkan ada tiga provinsi yang memiliki potensi kebakaran lahan pada kategori sangat mudah, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padang Pariaman, Budi Samiaji menjelaskan, jika dilihat dari faktor cuaca untuk Provinsi Sumatera Barat, untuk di wilayah Lima Puluh Kota, tepatnya di Kapur IX, potensi kebakaran lahan terlihat dengan kategori sangat mudah terbakar. Potensi selanjutnya, juga ada pada Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, dan Solok Selatan bagian timur, serta Sijunjung bagian timur.

“Tidak hanya di Sumbar, BMKG juga melihat potensi kebakaran lahan juga terjadi di wilayah tetangga seperti Riau dan Jambi, dan hampir seluruh wilayah mudah terjadi kebakaran lahan,” ucapnya, ketika dihubungi pagi ini, Senin (24/7/2017).

Menurutnya dengan kondisi angin dari tenggara, apabila terjadi kebakaran lahan di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan, maka bisa mempengaruhi wilayah Sumatera Barat.

“Untuk itu perlu diingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati, dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, mengingat dengan adanya potensi kebakaran lahan, maka jika ada sedikit percikan api bisa menimbulkan api yang besar,” ujarnya.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padang Pariaman, Budi Samiaji [Ist]
Budi juga menyebutkan, untuk potensi hujan di Sumbar hingga tiga hari ke depan, belum terlihat adanya potensi hujan. Kondisi tersebut dinyatakan terjadi secara merata diseluruh daerah di Sumbar.

Namun, jika dilihat dari gambaran cuaca bulan Juli secara klimatologis dan historis untuk wilayah Sumatera Barat, merupakan bulan yang minim curah hujan, sesuai dengan prediksi BMKG Sumatera Barat, Juli akan dominan kering walaupun di awal Juli curah hujan masih tinggi, dan pada pertengahan Juli mulai kering.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, di Kabupaten Limapuluh Kota telah terjadi kebakaran hutan dan lahan, yang terjadi pada tiga titik sekaligus, seperti di Kecamatan Gunuang Omeh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, dan Kecamatan Kapur IX.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Limapuluh Kota, Irwandi menjelaskan, beberapa waktu memang telah terjadi kebakaran hutan dan lahan, seperti di Kecamatan Gunuang Omeh, tepatnya di Jorong Lakuang, Nagari Koto Tingggi, kebakaran menghanguskan kebun jeruk siam Gunuang Omeh.

“Kini kondisi kebun hangus terbakar, dan tanaman jeruk pun ikut terbakar,” katanya.

Lihat juga...