Angin Kencang, Potensi Gelombang di Perairan NTT Capai 2,5 Meter

MAUMERE – Adanya angin kencang yang bertiup dari wilayah benua Australia hingga ke benua Asia sejak bulan Juni 2017 dengan kecepatan 6 sampai 20 knot diperkirakan akan terus terjadi selama beberapa hari ke depan sehingga menyebabkan tinggi gelombang laut bisa mencapai 2,5 meter di beberapa wilayah perairan provinsi NTT.
Demikian disampaikan oleh Adi Laksmena, Kepala Stasiun Meteorologi Waioti BMKG Maumere saat ditemui Cendana News di kantornya Senin (3/7/2017), sore, terkait potensi gelombang laut di NTT.
Dikatakan Adi, tekanan angin di Australia berada di kisaran angka 1.025 milibar sedangkan di Asia hanya 998 milibar sehingga angin akan bertiup dari Australia menuju Asia dan melewati wilayah NTT.
“Tekanan rendahnya ada di Asia dan tekanan tingginya ada di Australia sehingga udara akan tersedot ke Asia dan di NTT banyak pulau-pulau kecil sehingga anginnya lebih kencang bahkan kecepatannya hingga 25 knot,” ungkapnya.
Ditambahkan Adi, dari tanggal 3 Juli 2017 pukul 20.00 WITA hingga 5 Juli 2017 pukul 20.00 WITA berdasarkan data dari Stasiusn Meteorologi El Tari Kupang, potensi gelombang dengan ketinggian 2 meter diperkirakan terjadi di selat Sape,selat Sumba Bagian Barat,laut Sawu serta perairan selatan Kupang dan pulau Rote.
Sementara itu ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan selatan pulau Sumba dan samudera Hindia selatan NTT sementara cuaca umumnya cerah berawan dan arah angin dari Timur-Barat Daya dengan kecepatan 2 sampai 4 skala Beaufort.
“Untuk itu para nelayan yang hendak melaut hendaknya berhati-hati khususnya saat malam hari karena kecepatan angin bisa saja meningkat yang menyebabkan terjadinya gelombang tinggi,” pesannya.
Untuk tanggal 3 Juli 2017,beber Adi, angin arah Timur-Tenggara akan terjadi di wilayah perairan selatan pulau Sumba dan samudera Hindia Selatan NTT dengan kecepatan 10 sampai 20 knot dapat menyebabkan tinggi gelombang mencapai 1,5 samopai 2,5 meter serta angin Timur-Tenggara yang terjadi di selat Sumba dan selat Sape dengan kecepatan 6 sampai 15 knot menyebabkan tinggi gelombang mencapai 0,5 sampai 2 meter.
“Untuk perairan laut Sawu arah angin Timur-Selatan dengan kecepatan 6 sampai 20 knot berpotensi menyebabkan tinggi gelombang mencapai 2 meter serta angin Timur-Tenggara di perairan selatan Kupang dan pulau Rote dengan kecepatan sama dapat menyebabkan tinggi gelombang mencapai 2 meter,” ungkapnya.

Sdengkan untuk tanggal 4 Juli 2017, papar Adi, tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan selatan pulau Sumba dan samudera Hindia Selatan NTT serta tinggi gelombang 2 meter terjadi di selat Sumba dan laut Sawu.
Mahmudin salah seorang nelayan Wuring kepada Cendana News mengakui, memang sejak sebulan belakangan angin kencang sering terjadi baik siang dan malam hari sehingga para nelayan yang memiliki kapal dengan kapasitas di bawah 10 GT banyak yang belum melaut.
Dikatakannya, kapal nelayan tradisional yang berukuran 5 GT ke bawah hampir semuanya tidak melaut di laut lepas dan lebih memilih mencari ikan di sekitar teluk Maumere dan pulau-pulau kecil lainnya di gugus pulau teluk Maumere.