Libur Lebaran, 50 Ribu Wisatawan Tercatat Kunjungi Bukittinggi Tiap Hari

PADANG — Dari data dua daerah yang sudah masuk, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar), Oni Yulvian mengatakan, Bukittinggi yang terkenal akan jam gadangnya mampu mendatangkan 50 ribu wisatawan setiap harinya selama libur lebaran 2017.

“Di Kota Bukittinggi berdasarkan penjualan karcis di sejumlah lokasi wisata, perharinya itu ada sekira 50 ribu wisatawan yang memadati wisata di Bukittinggi,” katanya di padang, Senin (3/7/2017)

Disebutkan, selain Bukittinggi, satu lagi daerah yang telah melakukan pendataan jumlah wisatawan selama lebaran Idul Fitri 1438 H, yakni Kota Pariaman.

” Kota Pariaman, ada sebanyak 35 ribu wisatawan yang mendatangi wisata Pulau Angso Duo,” terangnya.

Sementara terkait daerah lainnya, kata Oni, saat ini tengah melakukan rekap laporan, dan diperkirakan satu pekan ke depan sudah dapat diterima Kantor Dinas Pariwisata Sumbar.

Oni Yulvian. [Foto: Muhammad Noli Hendra]
Ia mengakui, Kota Bukittinggi memang selalu menjadi tempat tujuan utama wisatawan pada saat lebaran Idul Fitri. Bahkan meski kemacetan jalan terjadi dari Padang – Bukittinggi pada saat lebaran tersebut, tidak menurunkan minat wisatawan untuk datang ke Kota Bukittinggi.

“Kalau melihat pada tahun-tahun sebelumnya, tujuan wisatawan itu yakni di Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Pariaman, Solok, Kota Padang, dan Pesisir Selatan,” ucapnya.

Padatnya kunjungan wisatawan pada lebaran Idul Fitri tahun ini, juga telah diperkirakan oleh Kepala Biro Kerjasama dan Rantau Setdaprov Sumbar Luhur Budianda SY, yang memperkirakan jumlah perantau Sumbar yang pulang pada mudik lebaran akan ramai jika dibandingkan tahun lalu.

Ia menyebutkan, perkiraan tersebut seiring berkembanganya pariwisata di Sumbar. Tak hanya soal berkembangnya pariwisata di Sumbar, yang juga turut mengundang para perantau untuk beramai-ramai pulang kampung ialah dengan telah dimenangkannya Sumbar menjadi wisata halal terbaik dan kuliner halal terbaik.

Menurutnya, gelombang mudik ini dapat dilihat dengan banyaknya organisasi masyarakat Minang yang ada di Indonesia maupun di dunia. Jadi, ada istilah trend mereka yakni ‘pulang basamo’ ketika hari raya tersebut.

Lihat juga...