Sebanyak 192 Siswa SMKN1 Talibura Berangkat ke Sulawesi untuk Praktek Kerja Lapangan

Para siwa SMKN1 Talibura kabupaten Sikka yang hendak menumpang kapal Pelni KM.Bukit siguntang menuju Sulawesi. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE –– Sebanyak 192 siswa dan siswi Sekolah Manengah Kejuruan Negeri (SMKN1) Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka Sabtu (1/7/2017) didampingi 13 orang guru berangkat menggunakan kapal Pelni KM.Bukit Siguntang dari pelabuhan Laurens Say Maumere menuju Sulawesi untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

Saat ditemui Cendana News sedang antri di ruang tunggu pelabuhan Laurens Say Maumere, Florentinus Mardiano,S.Pt salah seorang guru pendamping menjelaskan, keberangkatan para siswa dan guru dalam rangka melakukan praktek di Maros dan Palopo provinsi Sulawesi Selatan.

Dikatakan Florentinus,ada 6 kompetensi Keahlian d imana kompetensi keahlian Kesehatan Hewan praktek di Balai Besar Veteriner di Maros, Agribisnis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian,akan praktek Balai Besar Serealia di Maros.

“Kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan akan praktek di BPT Sulawesi Selatan di Palopo dan kami melakukan praktek di semua tempat tersebut selama dua bulan sejak 3 Juli sampai 29 Agustus 2017,” terangnya.

Pertimbangan melakukan praktek di Sulwesi karena seuai dengan kompetensi keahlian yang diajarkan di sekolahnya dan fasilitas di tempat tersebut sangat lengkap sementara untuk praktek perkebunan di Provinsi NTT tidak tersedia.

“Tahun lalu kami bagi ada yang praktek di Kupang dan Sulawesi tetapi tahun ini semua kompetensi keahlian kami lakukan praktek di Sulawesi sebab di sana peralatannya lebih lengkap,” bebernya.

Florentinus Mardiano,S.Pt salah seorang guru SMKN1 Talibura kabupaten Sikka. Foto : Ebed de Rosary

Yohanes Yori Boliando salah seorang siswa kelas XII SMKN1 Talbura yang ditemui Cendana News mengaku sudah mempersiapkan diri melakukan praktek di sekolah dengan melakukan budidaya tanaman perkebnunan, melakukan pembibitan, penyiraman, pemupukan dan juga pemangkasan.

Yori sapaannya merasa senang bisa melakukan praktek di tempat yang dikatakan memiliki fasilitas lengkap dan sudah memiliki nama besar sehingga bisa menambah ilmu pengetahuan yang didapatnya selama ini di sekolahnya yang berada di Nangahale, Ibu Kota kecamatan Talibura.

“Saya sudah mempersiapkan diri dengan melakukan praktek di kebun contoh di sekolah dan saya tidak merasa takut atau minder sebab teman-teman sekelas juga ikut praktek juga,” ungkapnya.

Yori juga berharap agar dirinya dan semua temannya selama di tempat praktek bisa beradaptasi dengan para pembimbing di sana dan bisa menyerap ilmu yang diajarkan agar bisa diterapkan saat nanti tamat sekolah dan ingin terjun menjadi petani.

“Sayang bila kita tidak manfaatkan kesempatan ini sebab sudah mengeluarkan biaya, tenaga dan waktu apalagi tempatnya jauh di luar NTT sehingga saya akan belajar dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.

Lihat juga...