Penumpang Nyaris Kehabisan Bus Reguler di Bakauheni
LAMPUNG —Ribuan penumpang dari Pulau Jawa tujuan Pulau Sumatera, nyaris kehabisan angkutan, setelah sejumlah bus diberangkatkan dari terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni Lampung. Sejumlah armada travel di terminal tersebut juga mulai habis dengan banyaknya penumpang pejalan kaki yang sebelumnya menginap di ruang tunggu kedatangan pelabuhan Bakauheni.
Kepala Terminal Kedatangan Pelabuhan Bakauheni, Irawan, saat ditemui Cendana News mengakui 90 bus reguler yang disiagakan mulai habis sejak pagi pada hari kedua sebelum lebaran (H-2), karena banyaknya penumpang tujuan terminal Rajabasa dan sejumlah kota di Jalur Lintas Timur Lampung.
Menurut Irawan, habisnya bus reguler yang mulai terjadi sejak pukul 05.30 WIB disebabkan faktor penumpang yang memilih menginap di Pelabuhan Bakauheni, dengan alasan faktor keamanan, meski pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Polres Lamsel telah menjamin keamanan perjalanan para pemudik. Selain itu, Dishub Lamsel juga telah memberikan imbauan kepada pemudik agar tidak perlu menginap dan langsung melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota di Sumatera.
“Kita sudah berikan imbauan, tapi ribuan pemudik memilih menginap sejak malam. Akhirnya, saat pagi semua memilih berangkat pagi ini berimbas habisnya bus reguler di terminal Pelabuhan Bakauheni sejak pukul enam pagi hari ini,” terang Irawan, Jumat (23/6/2017), pagi.
Sejumlah bus reguler, di antaranya Bus Gumarang Jaya, Puspa Jaya, Trans Lampung serta puluhan perusahaan otobus (PO) bahkan diberangkatkan dalam kondisi penumpang penuh dengan sebagian terpaksa harus berdiri akibat habisnya tempat duduk.
Irawan mengaku berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni mengatasi penumpang berdesakan saat akan masuk ke bus.

Selain bus, Dinas Perhubungan Lamsel juga menyiagakan 180 travel dan angkutan pedesaan sebanyak 80 unit, meski pada saat arus mudik H-2 pemudik memiliki banyak pilihan untuk armada yang akan membawa ke sejumlah kota tujuan di Lampung. Penumpukan dan antrian bus dan kendaraan travel terlihat saat akan keluar pintu pelabuhan Bakauheni akibat penerapan sistem tiket elektronik yang membutuhkan waktu sekitar tiga menit setiap kendaraan.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamsel, Badruzaman, menyebut setelah bus reguler dipastikan habis sebanyak 20 bus bantuan dari bus rapit transit (BRT) Trans Lampung mulai didatangkan termasuk tambahan bus dari PO Puspa Jaya. Badruzaman mengakui masuknya bus bantuan tersebut menunggu habisnya armada bus reguler mempertimbangkan ketersediaan bus reguler.
“Kami diminta oleh pengusaha bus reguler, agar tidak mendatangkan bus bantuan sebelum bus reguler habis, sehingga saat bus reguler habis kami segera kerahkan bus bantuan,” terang Badruzaman.
Sebuah bus bantuan Trans Lampung bernomor polisi BE 2823 BU berkapasitas 50 penumpang, tiba sekitar pukul 07.20 WIB setelah dipastikan bus reguler habis sekitar pukul 07.00 WIB dengan jumlah penumpang diberangkatkan dari terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni mencapai lebih dari 4.500 orang pemudik.
“Siang ini, dipastikan akan normal kembali setelah semua penumpang diberangkatkan. Sebab, kedatangan penumpang pejalan kaki yang menumpuk akibat mereka memilih menginap di Bakauheni,” ungkap Badruzaman.
Kedatangan penumpang pejalan kaki dari Pelabuhan Merak Banten berdasarkan data posko harian pada H-3, Kamis (22/6/2017) tercatat sebanyak 68.038 orang pemudik, telah diseberangkan dari Pelabuhan Merak Banten yang turun di pelabuhan Bakauheni dan Kamis malam dipastikan menjadi puncak arus mudik pejalan kaki.
Memasuki hari libur cuti bersama mulai hari ini dipastikan pemudik dari Pulau Jawa akan terus berdatangan ke Pulau Sumatera. Arus balik yang mulai meningkat tersebut diantisipasi oleh Dinas Perhubungan dengan penyiapan armada mengantisipasi penumpukan penumpang di terminal Pelabuhan Bakauheni.