Penumpang di Bandara Frans Seda Maumere, Menumpuk

MAUMERE –  Penumpang di bandara Frans Seda Maumere banyak yang tidak kebagian tiket akibat ludesnya tiket pesawat untuk keberangkatan dari bandara terbesar kedua di Pulau Flores setelah bandara Komodo Labuan Bajo tersebut.

Tidak terangkutnya calon penumpang terjadi akibat berhenti beroperasi dua maskapai yang menyinggahi bandara Frans Seda Maumere yakni maskapai Kalstar dan maskapai Garuda Indonesia.

“Membludaknya penumpang akibat dari pengurangan penerbangan oleh maskapai Garuda dari 7 kali seminggu menjadi 4 kali sejak April 2017 sampai Oktober 2017, baru normal. Sementara, Maskapai Kalstar sejak bulan Maret tidak terbang ke Maumere lagi,” ujar Yohanes R. Keraf.

Saat ditemui Cendana News di kantornya, Jumat (23/6/2017) sore, kepala bandara Frans Seda tersebut menjelaskan, maskapai Kalstar dulunya 3 kali seminggu menyinggahi bandara Frans Seda tapi sejak Maret 2017 semua penerbangan di NTT dialihkan ke daerah lain.

“Kalau tidak ada pengurangan penerbangan maka tidak terjadi penumpukan tetapi ini juga akibat membludaknya penumpang yang berangkat dan akan transit lewat Kupang, Makassar atau Denpasar,” sebutnya.

Untuk penerbangan ke Maumere, beber Yohanes, ada maskapai Nam Air yang terbang 4 kali seminggu dengan rute Denpasar-Maumere-Kupang pulang-pergi selama hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.

Sedangkan Wings Air, lanjutnya, melayani rute Kupang-Maumere-Denpasar pulang-pergi setiap hari menggunakan pesawat jenis Foker 50 serta Nam Air yang bekerja sama dengan Trans Nusa terbang hari Selasa, Kamis dan Sabtu dengan rute Kupang-Maumere-Kupang serta Makassar-Maumere-Makassar di hari yang sama menggunakan Foker 50 dan ATR 72.

“Kami sarankan para penumpang datang saja ke bandara dan bila ada penumpang yang tidak datang maka bisa diganti. Tapi harusnya jauh-jauh hari sudah merencanakan keberangkatan,” ungkapnya.

Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Yohanes R. Keraf bersama penumpang yang akan mudik lebaran. Foto: Ebed de Rosary

Padatnya penumpang, jelas Yohanes, mulai terjadi 20 Juni sebab mendekati lebaran dan pihak bandara sudah membentuk posko angkutan lebaran sejak 15 Juni 2017.

“Kami sudah membentuk posko angkutan lebaran terpadu melibatkan badan meterologi, Polres Sikka, Kodim 1603 Sikka, Lanal Maumere, TNI AU Maumere, Airnaf dan pihak maskapai. Saat ini kenaikan harga tiket masih wajar sesuai batas,” tuturnya.

Manajer Nam Air Maumere, Didin Ario, kepada Cendana News menambahkan, menjelang lebaran kenaikan jumlah penumpang dari bandara Frans Seda Maumere memang sangat signifikan, 99 persen kursi terisi.

Didin menyebutkan, memang ada beberapa kursi yang kosong, terjadi akibat penumpang yang batal berangkat bukan karena tiket tidak laku terjual dan memang tidak bisa terisi. Sebab pembatalan keberangkatan tidak ada pemberitahuan ke pihaknya.

“Kami mengoperasikan pesawat ATR 72 dengan kapasitas penumpang 72 orang serta Boeing 737 seri 500 dengan kapasitas penumpang 120 penumpang. Selama lebaran ini tidak ada penambahan penerbangan,” pungkasnya.

Lihat juga...