KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menetapkan sembilan desa di daerahnya sebagai Kampung Keluarga Berencana pada tahun ini.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus, Ludful Hakim, mengatakan, penetapan sembilan desa yang tersebar di sembilan kecamatan tersebut, merupakan program lanjutan setelah 2016 terdapat satu desa yang ditetapkan sebagai Kampung KB.
Dengan demikian, katanya, hingga saat ini terdapat 10 desa di Kabupaten Kudus yang ditetapkan sebagai Kampung KB. Ia mengatakan, satu desa yang lebih dahulu ditetapkan sebagai Kampung KB, yakni Desa Kutuk, Kecamatan Undaan.
Sembilan desa yang baru ditetapkan, yakni Desa Papringan (Kecamatan Kaliwungu), Desa Kramat (Kecamatan Kota), Desa Jati Wetan (Kecamatan Jati), Desa Sambung (Kecamatan Undaan), Desa Payaman (Kecamatan Mejobo), Desa (Kecamatan Jekulo), Desa Pedawang (Kecamatan Bae), Desa Kedungsari (Kecamatan Gebog), dan Desa Ternadi (Kecamatan Dawe).
Menurut Ludful, penetapan Kampung KB untuk membumikan program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK). Selain itu, meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau setara melalui program KKBPK serta pembangunan di tingkat desa untuk mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
“Keberadaan Kampung KB tersebut juga dalam rangka mengajak warga untuk turut berperan aktif mendukung program KB,” ujarnya, Rabu (28/6/2017).
Kriteria desa yang ditunjuk sebagai Kampung KB, di antaranya pencapaian KB masih rendah, belum banyak keluarga yang memiliki bayi di bawah usia lima tahun terlibat dalam kegiatan, serta angka partisipasi penduduk usia sekolah rendah. Melalui Kampung KB, masyarakat digerakkan agar mengikuti sejumlah kegiatan lewat pembentukan kelompok-kelompok kegiatan.
Adapun keuntungan keluarga mengikuti program KB cukup banyak, di antaranya kesehatan reproduksi menjadi lebih baik, pendidikan anak menjadi lebih fokus, dan jenjang pendidikan anak juga lebih terencana. “Bagi ibu rumah tangga tentunya juga memiliki kesempatan bekerja atau membuka usaha sendiri guna meningkatkan penghasilannya,” ujarnya. (Ant)