Asmi, Penjual Es Antar Pulau Raup Rezeki Selama Bulan Ramadan

RABU, 14 JUNI 2017

LAMPUNG — Bagi sebagian orang, es balok, es batu untuk menu minuman berbuka puasa menjadi sebuah kebutuhan yang cukup penting terutama sepanjang bulan Ramadan ini. Kebutuhan akan es tersebut juga menjadi hal yang mudah di lokasi yang memiliki jaringan listrik dari PLN serta memiliki sarana mesin pendingin atau kulkas. Namun hal berbeda terjadi di beberapa pulau di Selat Sunda diantaranya Pulau Rimau dan Pulau Kandang Balak yang dihuni oleh ratusan kepala keluarga. 

Asmi

Asmi (34) merupakan salah satu warga yang sehari hari berjualan es batu terbungkus plastik untuk dijual dalam bentuk es utuh atau dibuat menjadi es buah untuk dijual sebagai menu berbuka puasa bagi warga di Pulau Rimau Balak.

Akitifitas berjualan es dalam bentuk es campur siap minum dengan menu rumput laut,cincau, kolang kaling serta kolak pisang dilakukannya sejak tiga tahun lalu setiap Ramadan tiba. Meski demikian setiap hari ia mengaku memiliki warung dan berjualan makanan dan minuman di warung yang dimilikinya.

Tidak tersedianya es di kampung buah berak Desa Sumur Kecamatan Ketapang di Pulau Rimau Balak diakuinya akibat warga sekitar masih menggantungkan energi penerangan dengan menggunakan lampu tenaga surya. Sebagian warga bahkan diakuinya tidak memiliki mesin pendingin dan harus membeli es di daratan Pulau Sumatera yang berjarak sekitar 15 menit perjalanan lamanya menggunakan perahu.

“Saat bulan Ramadan saya membeli es batu dengan jumlah cukup banyak, 40-50 bungkus yang saya jual kembali dalam bentuk utuh dan sebagian saya jual dalam bentuk es buah,” ungkap Asmi saat ditemui Cendana News tengah mempersiapkan bungkus es di dalam plastik yang akan dijajakannya secara keliling menggunakan perahu motor sembari pulang ke rumahnya, Kamis (14/6/2017).

“es batu dibeli dengan harga Rp1.500 per bungkus dengan berat mencapai 1 kilogram. Saat di pulau dijual dengan harga Rp2.500,” sebutnya.

Bermodalkan uang sekitar 75.000 untuk es batu dengan hasil sekitar Rp150.000 diakuinya hanya memberikan keuntungan sekitar Rp50.000 namun dengan berjualan menu berbuka puasa membuat dirinya bisa ikut membantu warga di Pulau Rimau Balak.

Saat di darat ia mengaku menyempatkan diri pergi ke pasar tradisional untuk membeli bahan bahan untuk membuat es buah dengan tidak adanya bahan baku di Pulau Rimau Balak di antaranya buah melon, buah semangka, cincau serta kolang kaling. Selain itu ia membeli beberapa bahan untuk membuat gorengan diantaranya tahu untuk tahu isi serta kubis, wortel serta tauge yang dibuat menjadi bakwan goreng.

Es batu dalam plastik dimasukkan dalam box khusus

Meski berjualan es batu dengan membelinya dari Pulau Sumatera dan dibawa ke Pulau Rimau Balak ia menyebut pekerjaan tersebut hanya dilakukan saat bulan Ramadan. Saat hari biasa ia menyebut hanya menyediakan sekitar 10-15 bungkus es batu dengan permintaan yang cukup sedikit sementara sebagian warga lain memilih membeli es batu berukuran besar yang dipergunakan untuk mengawetkan ikan selama proses memancing atau mencari ikan di laut.

“Kalau es balok biasanya dibeli langsung oleh para nelayan yang akan melaut dengan menggunakan box khusus sementara untuk es batu kecil digunakan untuk minum,”terang Asmi.[Henk Widi / ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi]
Source: CendanaNews

Lihat juga...