RABU, 3 MEI 2017
MALANG — Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Malang Raya hari ini menggelar aksi simpatik dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional atau World Press Freedom Day (WPFD). Dengan membawa berbagai tulisan, para perwakilan jurnalis dari berbagai media, baik dari media cetak, elektronik hingga media online secara bergantian terus berorasi sekaligus menyampaikan tuntutannya di depan kantor Balaikota Malang.
![]() |
| Suasana aksi. |
Dalam aksi tersebut mereka menyoroti masih seringnya terjadi tindak kekerasan terhadap jurnalis baik kekerasan secara fisik maupun non fisik. Kekerasan yang dialami jurnalis meliputi intimidasi, perampasan alat kerja, menghalangi kerja jurnalistik hingga pemukulan. Disebutkan, pelaku kekerasan antara lain dari aparat kepolisian, aparat militer, aparatur pemerintahan hingga organisasi masyarakat (Ormas).
“Dari data yang diperoleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, sepanjang tahun 2016 setidaknya telah terjadi 76 kasus kekerasan. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan kasus kekerasan terhadap jurnalis di tahun 2015 sebanyak 44 kasus,” jelas Hayu Yuda Prabowo dari perwakilan Aliansi Jurnalis Malang Raya dan Pewarta Foto Indonesia (PFI), Rabu (3/5/2017).
![]() |
| Hayu Yuda Prabowo. |
Bahkan tidak hanya itu, imbuhnya, ada delapan kasus kematian jurnalis yang hingga kini belum terungkap dan terbengkalai.
Lebih lanjut Yuda meminta agar semua media massa untuk tetap menjaga independensi dan menolak intervensi ruang redaksi dari pengaruh siapa pun termasuk dari partai politik (Parpol).
“Sebagai jurnalis kita harus tetap independen dan tidak terpengaruh oleh parpol atau bahkan menjadi juru kampanye di salah satu calon tertentu,” pungkasnya.
Sementara itu Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, di depan para jurnalis menyatakan dukungannya terhadap aksi tersebut. Ia mengatakan, ke depan tidak boleh ada lagi kekerasan kepada wartawan atau awak media baik kekerasan fisik maupun kekerasan non fisik yang berupa tekanan untuk tidak memberitakan sesuatu berita yang benar.
Menurut Sutiaji, media adalah salah satu dari pilar demokrasi yang harus dilindungi. Ketika ada kemandekan dari program lembaga atau instansi-instansi tertentu, media harus bersuara untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi kepada masyarakat.
“Tapi dengan catatan, media jangan sampai diciderai oleh oknum-oknum yang justru dapat membuat media terpuruk. Mari kita jaga konsistensi dan indepedensi jurnalis, untuk mengangkat martabat media karena telah menjadi salah satu pilar dari demokrasi,” pungkasnya.
![]() |
| Sutiaji. |
Disebutkan, Aliansi Jurnalis Malang Raya yang turut dalam aksi tersebut terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI).
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq
Source: CendanaNews


