RABU, 12 APRIL 2017
SURABAYA — Kini komunitas tidak hanya terbatas pada kegiatan tertentu. Bahkan di Surabaya ada sebuah komunitas unik yang diberi nama ‘Bawa Bekel’ di media sosial, Instagram. Meski baru terbentuk selama 2 bulan terakhir terdapat 5 ribuan anggota dari berbagai daerah tergabung ke dalam komunitas ini. Mereka biasanya membagikan foto hasil olahan kreasi para ibu untuk bekal anak sekolah. Salah satu pendiri komunitas, Herlina Permanasari (34) mengatakan, ide awal terbentuknya komunitas ini karena mempunyai hobi sama yakni suka membuat bekal untuk anak.
![]() |
| Herlina Permanasari. |
Akhirnya, ia bersama tiga orang temannya sepakat membuat komunitas bawa bekel. Di dalamnya terdapat berbagai tema menu yang berbeda setiap minggunya seperti nasi goreng, olahan ayam, tamagoyaki, bento, pudding, olahan ikan, pasta dan nasi kepal. Selain berbagi tema tiap minggunya juga terdapat lomba yang bisa dimenangkan oleh anggota grup, hadiahnya pun menarik yakni tempat bekal makan yang unik. Tak ayal, seluruh anggota berlomba-lomba memasak menu bekal istimewa untuk buah hati tercinta demi memenangkan hadiah ini.
“Kami biasanya saling tukar ide menu untuk bekal setiap harinya, terkadang juga membahas kotak makan yang baru, dan berakhir dengan mencoba menu baru,” jelasnya kepada Cendana News, Rabu (12/4/2017).
Anggota grup pun tidak terbatas usia, namun kebanyakan ibu-ibu muda dengan rentang usia 25-30-an tahun. Ia berharap dengan adanya peringatan hari membawa bekal nasional ini bisa menginspirasi para ibu untuk selalu semangat membuat bekal untuk anaknya.
“Selain itu dengan membawa bekal adalah salah satu cara untuk membuktikan bentuk kasih sayang kita kepada anak-anak,” ujarnya.
![]() |
| Menu bekal Hari Selasa. |
Herlin, sapaan akrab Herlina sendiri mengakui, kebiasaannya membuatkan bekal untuk anaknya dimulai sejak 8 tahun lalu ketika anaknya mulai masuk jenjang sekolah TK. Sang anak mempunyai kebiasaan suka pilih-pilih makanan, akhirnya ia memutuskan untuk membuat bekal sendiri untuk anaknya. Mulai dari menu yang anaknya suka maupun menu yang belum pernah dicoba sang anak.
“Dari situ ada perubahan pola makan anak saya, tiap kali saya bawain bekal akhirnya langsung habis dan dia keterusan suka menu baru yang saya bekalkan,” tuturnya.
Selain itu, melatih sang anak untuk tidak jajan sembarangan di luar, bahkan hingga saat ini anaknya tidak pernah minta uang jajan. Bekal yang selalu dibawa dari rumah dirasa sudah cukup, apalagi ditambah tingkat higienitasnya terjaga karena dimasak sendiri.
“Anak saya tidak pernah minta uang jajan dan tidak pernah tertarik untuk jajan di luar, ini salah satu keuntungan dengan kebiasaan membawakan bekal ke sekolah yang menarik,” tandasnya.
![]() |
| Menu bekal Hari Kamis. |
Herlin sendiri tidak pernah mematok makanan yang dibawa anaknya harus mahal, tapi ia selalu memastikan setiap hari menunya harus ada sayur, buah dan susu. Ini untuk menjaga kebutuhan gizi anaknya tercukupi.
“Saya ingin kepada semua ibu yang belum terbiasa dengan membuatkan bekal anaknya, harus mulai dibiasakan. Meski kadang bekalnya tidak habis, tidak boleh patah semangat. Selamat Hari Membawa Bekal Nasional,” pungkasnya.
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa
Source: CendanaNews

