SABTU, 1 APRIL 2017
JAKARTA — Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Mimah Susanti, mengimbau kepada Tim Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 2 dan 3, agar tidak melakukan kampanye negatif dengan memasang spanduk berbau SARA, jelang Putaran II Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar pada Rabu 19 April 2017, mendatang.
![]() |
| Mimah Susanti |
“Spanduk provokatif harus dihindari, karena sering muncul konflik di akar rumput itu disebabkan adanya kampanye negatif,” ujar Ketua Bawasalu DKI, Hamimah, usai mengukiti diskusi ‘Adu Program versus Kampanye Hitam’, di Warung Daun, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/4/2017).
Menurut Mimah, Bawaslu akan menindak tegas siapa saja yang melakukan kampanye hitam, baik itu simpatisan maupun relawan pasangan calon masing-masing. Kalau memiliki komitmen, semestinya Pilkada tersebut berjalan damai. “Yang negatif itu tidak usah. Tentu saja hal ini juga mengarah pada black champaign, penindakannya tegas,” ungkapnya.
Mimah juga menjelaskan, Berdasarkan Pasal 69 UU tahun 2015 tentang Pilkada, poin c, yakni dilarang melakukan kampanye dengan menghasut, memfitnah dan mengadu domba partai politik dan kelompok masyarakat. Langkah yang dilakukan Bawaslu DKI selalu mengacu pada UU untuk pencegahan dan penindakan pelanggaran. Pencegahan terbaik dari semua yang berpotensi konflik.
Kampanye negatif, kata Mimah, tujuannya menarik untuk pencitraan salah satu pasangan. Itu fakta, kadang positif bagi Paslon A, tapi negatif bagi Paslon B. Jadi Bawaslu, dalam hal ini mendukung yang positif. “Sebab, kita mau mentransfer aura positif kepada seluruh relawan dan simpatisan. Itu adalah langkah-langkah penanganan dan upaya persuasif yang dilakukan Bawaslu, karena kami tidak mau bentrok dengan tim Paslon A atau B. Kami ingin upaya damai yang telah dideklarasikan pada putaran pertama itu terwujud di putaran kedua nanti,” katanya.
Untuk itu, Bawaslu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut serta berperan aktif melakukan perdamaian di seluruh wilayah DKI, sehingga Pilkada DKI Jakarta putaran kedua nantinya bisa berjalan secara jujur dan adil. “Saya harap, warga bisa aktif untuk menyebarkan kedamaian, supaya di tanggal 19 April 2017, proses pemilihan Gubernur Jakarta berlangsung aman dan damai,” tutupnya.
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adista Pattisahusiwa