Posdaya Sirsak, Kembangkan Program Asuransi

KAMIS, 13 APRIL 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Keberhasilan yang terlihat hari ini tidak langsung mudah mendapatkannya. Ada perjalanan kisah suka dan duka yang harus dilalui seorang ibu seperti yang dialami oleh Sri Sukasih. Seorang wanita yang berusia 65 tahun dan kini menjabat sebagai Ketua Posdaya Sirsak yang berada di RW 12, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Petugas Koperasi Sudara Indra, Denny Pramadya (kanan) mendampingi Ketua Posdaya Sirsak, Sri Sukasih saat Buka Kas Tabur Puja Posdaya Sirsak.

Mantan Pengurus Asosiasi Kelompok Usaha (AKU) Provinsi DKI Jakarta itu sudah menjalankan roda kepengurusan Posdaya Sirsak sejak 2012. Pada saat awal berdiri, Posdaya Sirsak termasuk salah satu dari lima Posdaya yang awal berdiri di Jakarta.

Di Kelurahan Srengseng Sawah sendiri, awalnya Posdaya Sirsak membawahi 18 Rukun Warga (RW). Kini, Posdaya Sirsak sudah memekarkan dua Posdaya, Posdaya Bacang dan Posdaya Kemuning yang juga berada di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.

Kini, Posdaya Sirsak memiliki 163 anggota aktif yang berada di bawah pengawasan dan pengelolaan Sri Sukasih. Pada 2016, Posdaya Sirsak memiliki omzet mencapai Rp388 juta. Selain itu, tabungan anggota Posdaya Sirsak pun mencapai Rp76 juta lebih.

Banyak cara yang dilakukan Sri Sukasih dalam pembinaan segenap anggota Posdaya agar aktif dan berkembang melalui usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Itu dilakukan demi menjaga kerukunan, kebersamaan tanpa melupakan semangat gotong royong dan saling membantu.

Pengajian, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Posdaya Sirsak. Pengajian itu dilakukan seminggu sekali, setiap hari Jumat dan ditujukan untuk anggota-anggota Posdaya yang telah memasuki usia senja atau lanjut usia (lansia).

Selain mengadakan pengajian rutin bagi anggota yang sudah memasuki usia lanjut, Posdaya Sirsak juga mengadakan Posyandu. Bekerjasama dengan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) kelurahan dan kecamatan, Posdaya Sirsak mengadakan Posyandu sebulan sekali yang digelar setiap tanggal 18.

Dua hingga tiga dokter yang diperbantukan oleh Puskesmas siap melayani konsultasi masyarakat agar tetap sehat. Posyandu itu mencakup lima wilayah Rukun Tetangga (RT). Untuk operasionalnya, setiap RT melalui Ketua RT membayar iuran Rp15 ribu agar warga bisa tetap sehat melalui bimbingan dan pelayanan dari tenaga medis yang profesional.

Dengan keberagaman kegiatan yang dilakukan, ternyata mampu menjadikan anggota Posdaya Sirsak menjadi kompak. Terbukti, beberapa waktu lalu, Posdaya Sirsak turut membantu biaya pembangunan Balai RW 12 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Selain itu, per Januari 2017 kemarin, Sri Sukasih memimpin musyawarah di antara anggotanya untuk memberdayakan Posdaya Sirsak agar lebih memiliki daya guna bagi kemajuan perekonomian dan kesejahteraan anggota. Musyawarah itu menghasilkan keputusan yang mulai bulan Januari 2017 ada denda sebagai hukuman secara administrasi bagi anggota yang menunggak cicilan membayar angsuran pelunasan hutang dan keputusan itu disepakati oleh seluruh anggota.

Pelayanan Posdaya Sirsak kepada anggota.

Selain itu, Posdaya Sirsak juga sudah ada program asuransi. Jika ada anggota yang meninggal dunia dan anggota tersebut masih memiliki beban pinjaman yang harus dikembalikan maka beban pinjamannya akan langsung lunas.

Hal itu bisa terjadi karena pada saat anggota akan mengajukan pinjaman maka anggota itu diwajibkan untuk mengisi surat kesediaan mengikuti asuransi itu dan terkena biaya administrasi sebesar Rp12 ribu. Sri Sukasih menyatakan dengan adanya asuransi itu justru membantu anggota dan Posdaya. Anggota pun tidak ada yang merasa keberatan dengan program itu.

Jurnalis: Bayu A. Mandreana / Editor: Satmoko / Foto: Bayu A. Mandreana

Source: CendanaNews

Lihat juga...