SELASA, 11 APRIL 2017
MAUMERE — Kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka yang berada di Pulau Flores merupakan salah satu dari dua kota di Provinsi NTT yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi sangat tinggi sehingga selalu menjadi patokan perhitungan inflasi di NTT.
| Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (baju putih) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga (kiri), saat sosialisasi mata uang NKRI yang baru. |
Demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga, saat sosialisasi ciri-ciri keaslian uang dan penukaran uang rupiah serta peluncuran mobil kas keliling bank NTT di Maumere, Selasa (11/4/2017).
Dikatakan Naek, hal ini yang membuat Bank Indonesia selalu memberikan perhatian besar ke Sikka karena daerah ini memiliki prospek ekonomi yang pesat sehingga bagus untuk investasi dan pertumbuhan sektor keuangan termasuk bank.
“Pertumbuhan ekonomi yang pesat tentu berdampak kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan ini sebuah pertanda semakin berkembangnya sebuah daerah,” ungkapnya.
Terkait uang NKRI yang baru diluncurkan Bank Indonesia tahun 2016, terang naek, telah dipilih 12 pahlawan dari 154 pahlawan dari seluruh Indonesia dan Prof. Herman Yohanes dari NTT merupakan salah satu pahlawan yang gambarnya terpilih untuk diabadikan dalam mata uang NKRI.
Selain itu, lanjutnya, Taman Nasional Komodo juga terpilih menjadi salah satu destinasi wisata yang ditampilkan dalam mata uang NKRI dan ini sebagai salah satu bentuk penghargaan bagi masyarakat NTT.
“Kami ucapkan terima kasih kepada segenap bank di wilayah Kabupaten Sikka yang sudah pro aktif melayani masyarakat dan memperkenalkan mata uang baru kepada masyarakat,” ungkapnya.
Semetara itu, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, mengatakan, sosialisasi mengenai uang NKRI di Pasar Alok sangat efektif sebab di tempat ini aktivitas jual-beli menggunakan mata uang sangat besar sehingga masyarakat bisa mengetahui mata uang baru dan menukar uang lusuh yang dimiliki di bank.
Pemilihan Maumere sebagai kota untuk sosialisasi mata uang, tandas Frans, dilakukan sebab Maumere dan Kupang merupakan 2 kota yang selalu dipantau pertumbuhan ekonominya dan menjadi rujukan dalam mengukur tingkat inflasi di NTT.
“Saya berharap Kota Maumere bisa menjadi kota di Pulau Flores yang berkembang sehingga bisa menjadi kota yang menjadi sentra distribusi barang di Pulau Flores,” sebutnya.
Gubernur NTT dua periode ini menambahkan, hari Kamis (13/4/2017) di Denpasar, dirinya akan menandatangani kerja sama dengan sebuah perusahan kapal pesiar dunia yang nantinya akan membuka rute pelayaran menyinggahi wilayah NTT selama seminggu.
Kapal tersebut, beber Frans, direncanakan akan menyinggahi Labuan Bajo, Maumere, Larantuka, Lembata dan Alor serta ke Timor dan selama berada di sebuah kota, kapal tersebut akan mampir minimal 8 jam sehingga wisatawan bisa mengunjungi beberapa obyek wisata dan berbelanja serta mencicipi kuliner lokal.
| Kapolres Sikka, AKBP I Made Kusuma Jaya sedang menunjukkan pecahan mata uang NKRI yang baru ditukarkan. |
“Kami harapkan di tahun 2018 kapal ini sudah bisa melayani di NTT sehingga bisa memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di NTT dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
Source: CendanaNews