RABU, 12 APRIL 2017
LAMPUNG — Mengenalkan makanan sehat dan bergizi merupakan tugas dasar sebagai seorang guru Taman Kanak Kanak (TK) yang mengajar anak anak dengan usia pertumbuhan dan didominasi dengan waktu lebih banyak bermain. Upaya tersebut untuk menghindari anak didik melakukan aktifitas jajan sembarangan dan menjaga kesehatan.
![]() |
| Rumsih, kepala TK PGRI Pasuruan mulai membagikan bekal bagi muridnya |
“Langkah tersebut dilakukan dengan mewajibkan para murid membawa bekal makanan dan minuman dari rumah,” sebut Kepala Taman Kanak Kanak Pendidikan Guru Republik Indonesia (TK-PGRI) Pasuruan Kecamatan Penengahan, Rumsih kepada Cendana News, Rabu (12/4/2017).
Rumsih menyebutkan, kalau aktifitas membawa bekal memang rata rata dilakukan oleh orangtua yang mengantar anaknya. Pada saat istirahat mereka menyuapi anaknya.
“Tapi untuk jadwal bulanan TK PGRI memiliki jadwal sendiri, yakni wajib membawa bekal pada akhir pekan,”ungkap Rumsih.
![]() |
| Rumsih, Kepala Taman Kanak Kanak PGRI Lampung Selatan |
Ia menyebut menu bekal saat akhir pekan atau setiap hari Sabtu di antaranya sayur-sayuran, buah buahan dan lauk yang dimasak oleh orangtua. Sementara untuk hari biasa bekal yang dibawa dilakukan oleh para orangtua yang mengantar anaknya. Namun, untuk pekan keeempat secara khusus menu bubur dan kue kue khusus dibuat oleh pihak TK dengan tambahan susu untuk semua anak anak didiknya.
“Hari ini juga kebetulan TK PGRI mendapat kunjungan dari Puskesmas Penengahan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan siswa dan juga sosialisasi tentang kesehatan,” terang Rumsih.
Kunjungan bagian Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Penengahan ungkapnta di antaranya memberikan penyuluhan tentang makanan sehat, menimbang berat badan, memberi vitamin, penyuluhan agar siswa rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta menggosok gigi.
Pantauan Cendana News, saat istirahat, salah seorang ibu bernama Anita (29) tengah menyuapi anaknya yang duduk di kelas TK kecil. Anita mengungkapkan setiap hari selalu membawa bekal untuk anaknya meski di rumah sebelum berangkat tetap memberi anaknya sarapan.
“Kalau disuapi dan membawa bekal, anak saya tidak akan jajan di sekolah dan selalu mendapat pengawasan dari saya, tapi kadang anak lain juga mau disuapi dan justru membuat anak saya ikut senang makan karena ada yang menemani makan,” terang Anita.
![]() |
| Anita, salah satu ibu yang mendampingi anaknya yang duduk di bangku TK |
Berbeda dengan Anita, salah satu ibu lain yang membawa bekal untuk anaknya yang duduk di kelas 5 SD dan satu anaknya yang duduk di TK, Nining (34) mengaku membawa bekal setiap hari untuk anaknya saat sekolah. Bekal selalu menggunakan menu berbeda dan sebagian merupakan makanan tradisional yang diolah dengan bentuk berbeda.
“Menu yang saya bawa untuk bekal di sekolah merupakan menu sehat yang saya masak sendiri dan juga membawa minuman dari rumah yang sehat,”ungkap Nining.
Nining juga mengaku menyambut langkah positif pihak sekolah khususnya TK yang mewajibkan anak-anak membawa bekal pada saat hari tertentu. Selain bisa mengajarkan anak anak membawa bekal dengan menu sehat, makan bersama di sekolah saat jam istirahat bisa merajut kebersamaan para orangtua dan murid.Dengan makan bersama sebagian anak yang susah makan saat di rumah justru bisa lebih mudah makan karena makan bersama kawan-kawannya dan dengan menu yang beragam.
Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
Source: CendanaNews


