JUMAT, 14 FEBRUARI 2017
LAMPUNG — Puluhan anak-anak muda Katolik (OMK) dan Sanggar Seni Kuncup Berseri, dari siswa siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, melakukan latihan tahap akhir drama kisah sengsara (pasio) Tuhan Yesus Kristus yang dikisahkan dalam Injil, Jumat (14/4/2017).
![]() |
| Latihan drama pasio |
Menurut Sutradara Drama Kisah Sengsara Yesus, Fransikus Xaverius Budi Jatmiko, adegan demi adegan kisah sengsara Yesus Kristus tersebut seperti pada tahun-tahun sebelumnya, hanya dimainkan dalam bentuk tablo atau para pelakon hanya menunjukkan adegan demi adegan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus, tapi pada Jumat Agung tahun ini dipentaskan dengan konsep teater.
Konsep teater tersebut merupakan rangkaian ibadah Jumat Agung untuk menggambarkan secara mendetail kisah sengsara yang tertulis dalam Injil, mulai dari proses pengadilan Yesus hingga Yesus disalibkan dan diiringi dengan para wanita dan anak-anak sebagai bentuk kecintaan umat pada masa itu kepada Yesus Kristus.
![]() |
| Jatmiko |
Jatmiko mengungkapkan, latihan yang dilakukan selama hampir satu bulan tersebut melibatkan 50 anggota OMK dan anggota Teater Kuncup Berseri, termasuk penyiapan sarana pendukung mulai dari peralatan suara (sound system), hingga seragam para serdadu. Proses pembuatan seragam serdadu dan kostum oleh para pemain, membutuhkan waktu cukup lama, menyesuaikan setiap pelakon yang akan bermain. “Latihan hari ini merupakan pemantapan dan akan dipentaskan saat perayaan Jumat Agung pada jam tiga sore nanti, sekaligus perayaan di Gereja Santo Kristoforus yang merupakan rangkaian tri hari suci Paskah,” jelasnya.
Dramatisasi kisah sengsara dan penyaliban Yesus Kristus yang akan ditampilkan tersebut, menggambarkan adegan asli, di antaranya Yesus yang diarak, disesah, dicambuk, dihina dan disalibkan oleh para serdadu Romawi. Jatmiko berharap, selain sebagai sebuah teater, para pelakon tablo bisa benar-benar menghayati jalan salib kisah sengsara Yesus Kristus dan pesan yang akan disampaikan, agar umat lebih khusuk dalam berdoa.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

