Wisata Sejarah di Padang, Minim Pengunjung

MINGGU, 12 MARET 2017

PADANG — Kota Padang, Sumatera Barat, memiliki banyak tempat wisata. mulai dari wisata pantai, religi, dan sejarah. Namun, di antara tempat wisata itu, wisata sejarah masih sedikit. Bahkan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi, menyebut untuk wisata sejarah, yakni museum dan monumen hanya bersifat wisata minat khusus.

Monumen Perjuangan TNI Angkutan Laut yang berada di Kota Pariaman

Diakuinya, tak banyak orang yang berminat untuk mengunjungi museum ataupun monumen-monumen di Kota Padang. Meskipun ada, itu hanya sebentuk study tour yang ingin mempelajari sejarah perjuangan maupun sejaran Minangkabau. “Sepertinya belum sebesar ke tempat rekreasi yang lain, karena wisatawan yang berkunjung ke tempat seperti museum maupun monumen merupakan wisata minat khusus,” ujar Medi, di Padang, Minggu (12/3/2017).

Sementara itu, Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Barat, Zulwaddi Datuak Bagindo Kali, menilai penyebab minimnya minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata, dikarenakan tidak konsepsionalnya monumen yang dibangun, sehingga kurang menarik untuk dikunjungi bagi wisatawan. “Saat ini di Padang, hanya Monumen Merpati Perdamaian yang banyak dikunjungi. Hal itu wajar, karena desain dan letaknya di tempat yang strategis. Berbeda monumen yang lainnya itu, sudah tak strategis, kurang dirawat pula, ini yang saya maksud tak konsepsional,” katanya, di tempat terpisah.

Ia pun sangat menyayangkan, masih belum optimalnya Pemerintah Kota Padang untuk mengelolah wisata sejarahnya. Padahal, Kota Padang memiliki banyak sejarah perjuangan, sama halnya di Kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan Agam.

Zulwaddi berharap, jika Pemko Padang mempunyai rencana untuk mengelolah wisata sejarah itu, maka perlu untuk memastikan konsep yang bagus dan letak yang strategis.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi meresmikan Monumen Perjuangan TNI Angkatan Laut (AL) di Kota Pariaman, Sumatra Barat. Menurutnya, pentingnya didirikannya Monumen Perjuangan TNI AL itu, merupakan sebentuk cara untuk mengenang dan menghargai upaya pejuang, khususnya prajurit TNI AL dalam merebut dan mempertahankan kedaulatan NKRI di daerah Pariaman.

Selain itu, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, juga menyatakan dengan adanya monumen menjadi kebanggan tersendiri untuk masyarakat..

Berdasarkan tersebut, rasanya perlu pemerintah untuk lebih memperhatikan museum dan monumen yang selama ini kurang terawat. Karena, sejahterahnya kehidupan bangsa, merupakan hasil usaha perjuangan para pahlawan. Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, sudah selayaknya menjaga dan merawat monumen dan tempat-tempat sejarah yang ada.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...