Sholawat untuk Negeri, Semoga Indonesia Terhindar dari Malapteka

MINGGU, 12 MARET 2017

JAKARTA — Putri mendiang Pak Harto, Siti Hediati Haryadi, Titiek Soeharto, berharap dengan pelaksanaan dzikir dan sholawat dalam rangka peringatan 51 tahun lahirnya Supersemar, bangsa dan negara Indonesia akan terhindar dari bencana dan malapetaka. Tercipta kedamaian dan kesyahduan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, berdasarkan Pancasila.

Titiek Soeharto, saat menyampaikan pidato sambutannya di Masjid At-Tin, Kompleks TMII, Jakarta Timur.

“Diterbitkannya Surat Perintah 11 Maret 1966 atau Supersemar, menjadi tonggak sejarah dimulainya Pemerintahan Orde Baru di bawah pimpinan Bapak Presiden Soeharto. Selama 32 tahun beliau telah banyak memberikan darma baktinya untuk  membangun negeri dan rakyat Indonesia yang beliau cintai, dengan menggunakan Trilogi Pembangunan, yaitu Stabilitas, Pertumbuhan dan Pemerataan,” ujar Titiek Soeharto, dalam sambutan acara Sholawat untuk Negeri di Masjid At-Tin, kompleks TMII, Jakarta Timur, Sabtu (11/3/2017), malam.

Putri mendiang Pak Harto yang kini duduk di Komisi IV DPR RI, itu juga mengatakan, jika pada malam hari sebelum lengser, Pak Harto sempat memanggil putra-putrinya dan mengatakan jika akan berhenti atau mengundurkan diri sebagai  Presiden Republik Indonesia. “Lalu, kami sebagai putra-putrinya sempat mengatakan kepada beliau, apakah yakin, bahwa sejarah akan membuktikan apa yang selama ini telah dilakukan dan diberikan oleh Pak Harto dan Ibu Tien untuk negara ini?” kata Titiek.

Faktanya, kata Titiek, 20 tahun reformasi berjalan, Indonesia bukannya lebih baik. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin menjadi-jadi. Titiek menyatakan setuju dengan Presiden Joko Widodo, bahwa reformasi ini kebablasan. Tidak ada Demokrasi Terpimpin yang didengungkan Presiden Soekarno, tidak ada lagi Demokrasi Pancasila yang didengungkan oleh Pak Harto. Yang ada hanyalah Demokrasi Liberal, yang hanya bisa berkata dan berbuat seenaknya tanpa mengindahkan norma-norma ketimuran.

Sholawat untuk Negeri oleh Habib Syech Assegaf di Masjid At-Tin, berlangsung gegap-gempita dengan hadirnya sejumlah tokoh ulama dan politik bangsa ini, seperti KH Abdullah Gymnastiar, Habieb Rizieq Shihab, Subiyakto Tjakrawerdaya, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Sandiaga Suryo Uno, Fadli Zon, Djarot Saiful Hidayat dan banyak lagi. Tentu saja, juga keluarga besar Cendana, antara lain Tomy Soeharto, Mbak Tutut dan lainnya.

Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...