SABTU, 11 MARET 2017
JAKARTA — Putri mendiang Presiden kedua RI, Siti Hediati Haryadi, (Titiek Soeharto), membuka peringatan ke-51 Surat Perintah 11 Maret 1966 di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (11/3/2017), malam.
![]() |
| Suasana di Masjid At-Tin |
Dalam sambutannya, Titiek mengatakan, atas nama keluarga besar yang mewakili almarhum HM Soeharto, pihaknya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran seluruh warga, Bapak dan Ibu untuk melaksanakan dzikir dan sholawatan bersama bertajuk Sholawat untuk Negeri, guna memperingati Hari Supersemar, 11 Maret 1966. “Kita keluarga mengadakan sholawat bersama ini, agar negeri kita terhindar dari bencana dan malapetaka,” tutur Titiek.
Menurut Titiek, Supersemar merupakan tonggak sejarah dimulainya Pemerintahan Orde Baru. Saat itu juga, pembangunan bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila. Namun, hampir 20 tahun sejak reformasi, tidak membuat negara ini lebih baik. Bahkan, kesenjangan antara miskin dan kaya semakin jauh.
“Saya sependapat dengan Presiden Joko Widodo, yang menyebut demokrasi di Indonesia ini telah kebablasan. Tidak ada lagi Demokrasi Terpimpin yang didengungkan Soekarno. Tidak ada lagi Demokrasi Pancasila yang selalu didengungkan Pak Harto. Yang ada adalah demokrasi liberal, di mana setiap orang berbuat seenaknya, tanpa mengutamakan norma-norma ketimuran,” ungkap Titiek.
Sejak Soeharto lengser, lanjut Titiek, perubahan dan suasana di berbagai tempat wilayah Indonesia menimbulkan ketidak nyamanan. Di situlah, sering terdengar orang mengatakan, Penak (enak -red) Zaman Pak Harto. “Aman, gampang cari makan dan cari kerja. Begitu banyak rakyat yang merindukan dan mendoakan beliau,” kata Titiek.
Untuk itu, Titiek mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama melanjutkan perjuangan almarhum Soeharto. Membangun dan menyejahterakan bangsa, seraya memohon kepada Allah supaya rakyat diberi kekuatan lahir batin menghadapi segala persoalan bangsa ini, agar segera diangkat kemiskinan dan kebodohan.
“Sekali lagi, saya atas nama keluarga besar Haji Muhammad Soeharto, mengucapkan terimakasih atas doa yang dipanjatkan untuk almarhum Soeharto dan Ibu Tien. Semoga Bapak dan Ibu yang sampai di tempat ini, juga mendapat ganjaran yang dilipat-gandakan oleh Allah SWT, serta senantiasa mengabdi pada negara dan bangsa,” tutupnya.
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adista Pattisahusiwa