Sholawat untuk Negeri, Munajat Rakyat untuk Kejayaan Bangsa

MINGGU, 12 MARET 2017

JAKARTA — Sekretaris Panitia Pelaksana Acara Dzikir dan Sholawat untuk Negeri, Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM., mengatakan, makna peringatan Supersemar bagi bangsa Indonesia pada 11 Maret 2017, ini adalah tekad kuat suatu bangsa untuk menjadi bangsa yang lebih baik.

Pak Harto, pengemban Supersemar

“Dengan memperingatinya setiap tahun, itulah wujud bangsa Indonesia memaknai Supersemar itu sendiri. Bahwa, bangsa Indonesia ingin terus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi setiap tahunnya. Bangsa Indonesia berarti seluruh rakyat dan elemen yang ada di dalamnya,” sebut Aris.

Tahun ini, peringatan Supersemar dilakukan dengan kegiatan instrospeksi diri bersama-sama, antara para tokoh nasional dengan seluruh rakyat Indonesia dalam bentuk dzikir dan sholawat. Dengan kata lain, peringatan ke-51 tahun Supersemar pada 11 Maret 2017, ini adalah munajat rakyat untuk kejayaan bangsa Indonesia ke depannya.

Siti Hardiyanti Rukmana dan Titiek Soeharto

Untuk itu, dalam gelar Dzikir dan Sholawat untuk Negeri memperingati 51 tahun lahirnya Supersemar, sejumlah tokoh ulama dihadrikan, antara lain Habib Syech Assegaf, KH Abdullah Gymnastiar, KH Arifin Ilham dan Habib Rizieq Shihab, yang masing-masing membawakan sholawat, tausyiah maupun ceramah kerohanian Islam bagi seluruh hadirin dan undangan.

Sementara itu, keluarga besar Cendana yang hadir dalam acara tersebut, antara lain Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto), Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut), Siti Hutami Endang Adiningsih (Mbak Mamiek), serta Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto).

Tommy Soeharto

Turut hadir pula para tokoh bangsa ini, antara lain Prabowo Subianto, Subiakto Tjakrawerdaja, Akbar Tandjung serta Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Sebanyak 30 personel Satuan Pengamanan Masjid At-Tin dikerahkan dalam acara itu, yang juga melibatkan 500 orang Laskar Pembela Islam, 300 Jawara Pencak Silat dari seluruh Jakarta, 1400 petugas kepolisian dan 150 personel TNI.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...