Personil Gabungan di Bakauheni Siaga Amankan KTT IORA

SELASA, 7 MARET 2017

LAMPUNG — Personil gabungan masih terus berjaga di Pos Komando Taktis (Poskotis) Pengamanan Wilayah (Pamwil) imbangan di Pelabuhan Bakauheni Lampung sebagai pintu masuk dan keluar dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dan sebaliknya.

Kapten Infanteri Sukandi, Danramil 0421-03 Penengahan, saat ditemui di Poskotis Bakauheni dalam operasi imbangan KTT IORA ke-20.

Menurut Komandan Rayon Militer (Koramil) 0421-03/Penengahan, Kapten Infanteri Sukandi, mendampingi Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0421/Lampung Selatan, Letnan Kolonel Arm.Untoro Hariyanto, hingga Selasa sore (7/3/2017) personil gabungan masih tetap bersiaga di Pelabuhan Bakauheni. Ia mengungkapkan, operasi imbangan tersebut merupakan perintah dari pusat untuk pengamanan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-20 di Jakarta yang berlangsung sejak 5 Maret 2017.

Beberapa personil gabungan diantaranya dari anggota Kodim 0421/LS, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, tim intel, anggota Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya (TWEJ) bahkan masih berjaga-jaga di areal Pelabuhan Bakauheni. Selama pelaksanaan operasi imbangan hingga hari terakhir pelaksanaan KTT IORA ke-20, Kapten Sukandi mengungkapkan, kondisi keamanan di Pelabuhan Bakauheni cukup kondusif dan berbagai potensi gangguan dipastikan tidak ada.

“Kita sudah mendirikan Poskotis ini sejak beberapa hari lalu dan rencananya akan ditutup besok karena pelaksanaan KTT Iora ke-20 berakhir pada hari ini. Namun personil gabungan masih tetap akan siaga di Poskotis imbangan pengamanan wilayah,” terang Komandan Koramil 0421-03/Penengahan, Kapten Infanteri Sukandi, saat ditemui Cendana News di Poskotis imbangan Pelabuhan Bakauheni, Selasa sore (7/3/2017).

Poskotis yang didirikan tersebut merupakan lokasi pemantauan kondisi keamanan sekaligus mewaspadai potensi gangguan keamanan selama KTT IORA ke-20 berlangsung di Jakarta. Selama pos imbangan didirikan, anggota dari Kodim 0421/Lampung Selatan yang bertugas di Bakauheni juga selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni.

“Koordinasi dengan KSKP Bakauheni selama beberapa hari ini tidak menemukan potensi gangguan dan untuk hari ini dengan koordinasi pihak KSKP Bakauheni, diamankan imigran asal Somalia yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni,” terang Kapten Infanteri Sukandi.

Poskotis selalu siaga dijaga aparat.

Menurut Kapten Infanteri Sukandi, direncanakan operasi imbangan akan berakhir pada Rabu (8/3/2017) setelah personil gabungan bertugas selama beberapa hari di Pelabuhan Bakauheni. Poskotis satuan tugas imbangan di Bakauheni merupakan poskotis di bawah komando utama (Kout) Merak Banten yang membawahi satuan tugas diantaranya sub satuan tugas Pelabuhan Panjang Bandarlampung, sub satuan tugas Bandara Raden Intan II di Natar Lampung Selatan. Anggota yang bertugas di Bakauheni diantaranya Kodim 0421/Lampung Selatan, Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya (TWEJ), Intel Korem 043/Garuda Hitam serta beberapa petugas lain yang disiagakan di pelabuhan Bakauheni.

Operasi imbangan, menurut Kapten Infanteri Sukandi, merupakan bagian dari tugas Tentara Nasional Indonesia untuk turut ambil bagian dalam mengamankan iven internasional tersebut. Tugas satuan tugas pengamanan imbangan KTT IORA diantaranya menciptakan kondisi keamanan yang kondusif terutama pelabuhan Bakauheni yang merupakan pintu masuk dan keluar dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa dan sebaliknya. Sebab secara geografis Lampung merupakan salah satu provinsi penyangga yang dekat dengan wilayah ibu kota negara Jakarta.

Selain Poskotis utama beberapa personil lain disiagakan di beberapa pos dari pos 1 hingga pos 5 meliputi anggota Kodim 0421/Lampung Selatan, anggota KSKP Bakauheni, Dinas Perhubungan dan Unit Intel Korem 143/Gatam. Berdasarkan data yang diperoleh Cendana News sesuai pemetaan tugas di Poskotis, satuan tugas operasi imbangan di Bakauheni beberapa personil yang disiagakan diantaranya dari Kodim 0421/LS sebanyak 16 orang, Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya sebanyak 26 orang, tim dari Intel Korem 143/Gatam sebanyak 2 orang, Denhub sebanyak 2 orang, KSKP sebanyak 10 orang dan dari Dinas Perhubungan sebanyak 10 orang.

Sementara itu, beberapa personil gabungan bertugas di depan loket pembelian tiket dan sebanyak 5 pos di Pelabuhan Bakauheni. Gambaran situasi Pelabuhan Bakauheni selama pelaksanaan operasi imbangan di Bakauheni selama pelaksanaan KTT IORA ke-20, menurut Kapten Infanteri Sukandi, diantaranya jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 28 kapal per hari, jumlah penumpang pejalan kaki mencapai 2.500 orang per hari dan kendaraan roda dua yang menyeberang sebanyak 411 unit, truk sebanyak 896 unit, minibus 526 unit, serta bus 817 unit.

Aparat siaga terkait KTT IORA ke-20.

Pantauan Cendana News, personil gabungan yang bertugas di Pelabuhan Bakauheni ikut bergabung dengan anggota KSKP Bakauheni melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Kendaraan pengangkut personil dari Kodim 0421/Lampung Selatan, Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya, terlihat masih siaga di terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni dan personil bersenjata laras panjang siaga di Poskotis imbangan Bakauheni.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...