Perempuan Miliki Kontribusi Besar dalam Pembangunan di NTB

KAMIS, 9 MARET 2017

MATARAM — Tak bisa dipungkiri, dalam setiap capaian proses kemajuan pembangunan yang dilakukan pemerintahan suatu negara atau daerah, tak bisa terlepas dari peran serta kontribusi kaum perempuan. Untuk itulah, pelibatan perempuan dalam proses pembangunan pemerintahan daerah harus lebih dimaksimalkan, baik dalam tataran perencanaan maupun proses pengambilan kebijakan yang dilaksanakan.

Wagub NTB, Muhammad Amin, saat menghadiri Seminar Kepemimpinan Perempuan dan Kongres Koalisi Perempuan Indonesia di Wilayah NTB.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Amin, di acara seminar Kepemimpinan Perempuan dan Kongres Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) NTB di Gedung Asrama Haji NTB, Kamis (9/3/2017).

“Saya berharap perempuan-perempuan di NTB bisa lebih memaksimalkan perannya dalam mendukung proses pembangunan yang dijalankan pemerintah, serta bisa memegang peran yang strategis dalam berbagai bidang. Karena keterlibatan dan peran serta perempuan terbukti telah mampu berkontribusi besar bagi setiap capaian pembangunan, termasuk di NTB,” kata Amin.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan pentingnya memberikan hak-hak berpolitik bagi kaum perempuan, salah satunya dengan membuat regulasi dan peraturan yang mendukung kaum perempuan.

Mengingat dalam kancah politik seperti di DPR, DPRD, Gubernur, Bupati, Wali Kota sampai Kepala Desa (Kades), saat ini sudah mulai banyak dipimpin kaum perempuan. Termasuk bupati Kabupaten Bima NTB saat ini juga perempuan, hal tersebut menunjukkan perempuan dan laki-laki memiliki hak politik yang sama.

Sementara itu, Sekretaris KPI Wilayah NTB, Sri Sustini Nanang Samodra, berharap, seminar kepemimpinan perempuan dengan menghadirkan sejumlah tokoh dan politisi perempuan NTB ini, diharapkan akan bisa terus memotivasi dan menginspirasi perempuan di NTB agar bisa ikut terlibat aktif berkiprah, baik dalam pemerintahan maupun partai politik. Untuk ikut mengambil bagian menentukan kebijakan pembangunan.

“Sebagai organisasi perempuan dengan latar anggota yang beragam, keberadaan KPI beserta NGO perempuan lain diharapkan bisa menjadi wadah bagi lahirnya sumber daya perempuan yang lebih mumpuni sehingga akan berdampak pada peningkatan pembangunan sebuah negara,” katanya.

Ditambahkan, KPI NTB sendiri terdiri dari beberapa presidium, antara lain presidium perempuan buruh migran, presidium perempuan adat, presidium ibu rumah tangga, presidium perempuan pekerja sektor informal, dan presidium perempuan lansia dengan jumlah anggota mencapai 5.853 orang.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi


 

Lihat juga...