Pembudidaya Lele Bersyukur atas Pinjaman Modal Usaha dari Tabur Puja

RABU, 22 MARET 2017

PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Usaha pembudidaya dan ternak lele milik Guslir yang merupakan anggota Posdaya Bina Karya, Koto Baru, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) memang terlihat tumbuh dengan baik. Tim Cendana News yang mendatangi langsung lokasi ternak lele Guslir, melihat banyak kolam lele yang telah dibangun oleh Guslir selama dua tahun ini.

Guslir yang memiliki usaha budidaya lele berkat Tabur Puja.

Ia menyebutkan, sebelum mendapat pinjaman dana dari Tabur Puja Posdaya Bina Karya Koto Baru, hanya memiliki satu kolam yang terbuat dari terpal dan dipagari oleh bambu. Memang kondisi seperti itu, diakui Guslir, tidak merasakan senangnya beternak lele.

Namun, dengan adanya pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, ia pun membuat kolam bibit lele sekaligus untuk budidaya lele. “Modal yang saya dapatkan Rp2 juta, jadi tambah dengan uang yang saya miliki, bisalah saya membangun kolam yang lebih baik lagi yang mencapai enam kolam ikan lele. Ukuran kolamnya bervariasi,” jelasnya, Rabu (22/3/2017).

Ia mengakui, semenjak adanya pinjaman dana usaha dari Tabur Puja, ia semakin bersemangat untuk menjalankan usaha. Di tempat ternak lele itu pun, dibangun sebuah pondok sebagai tempat berteduh saat berada di area ternak lelenya.

“Saya juga membudidayakan lele, nanti anaknya saya pisahkan, dan dijadikan bibit lele. Begitulah, hari-hari aktivitas saya di tempat usaha yang kecil,” ujarnya.

Guslir mengakui, dengan aktivitasnya yang sedemikian sibuk di tempat ternak lelenya, ia mampu menghidupi empat orang anak, yang saat ini anak sulungnya juga tengah menjalani pendidikan SLTP di daerah setempat. Sementara anak nomor dua dan tiga, tengah menempuh pendidikan di sekolah dasar, sedang si bungsu masih berusia tiga tahun.

“Alhamdulilah, usaha saya ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan anak sekolah, ya bisa dirata-ratakan, jika bisa dua kali panen untuk bibit lele, saya bisa mendapatkan uang berkisar Rp3 juta dalam satu bulan. Tapi, juga pernah satu kali panen saja, jadi dapat penghasilan Rp1,5 juta,” ungkapnya.

Penjualan bibit lele ini tidak serta-merta dijual secara keseluruhan. Misalnya untuk satu ekor lele yang berukuran sepuntung rokok, dijual dengan harga 200 rupiah per ekor. Tapi, jika masih kecil boleh dipesan, hanya perlu dipindahkan ke tempat pembudidayaan ikan agar bisa dijual dengan jumlah yang lebih banyak.

“Untuk yang sistem seperti itu, meski bibit lele yang kecil dibawa, saya belum terima uangnya, tapi menunggu ukuran lelenya layak dijual. Jadi semacam ini, bentuk kerjasama antara peternak bibit lele,” jelasnya.

Ia mengakui, tak menyangka usaha ternak lelenya bisa sesukses sekarang. Apalagi dengan mendapatkan dukungan dari Tabur Puja, membuat Guslir benar-benar bersyukur. “Yalah Pak, pusing juga jika tidak ada modal membuat mengembangkan usaha ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Posdaya Bina Karya Koto Baru, Nova Oktavia, menyebutkan, masyarakat yang mengajukan pinjaman di Tabur Puja Posdaya Bina Karya memang banyak dari yang beternak dan budi daya, seperti budi daya lele, ternak sapi, dan ternak ayam. Selain itu, usaha masyarakat yang melakukan peminjaman dana usaha, juga ada yang bergerak di bidang pedagang kecil, yakni warung, jual sarapan pagi, dan juga bahkan membuka usaha jahit.

“Di sini ada 60 orang anggota/nasabah di Posdaya Bina Karya Koto Baru, mereka semua sangat tepat waktu dan jujur dalam membayar kredit, bisa dikatakan tidak ada satu pun anggota yang tidak membayar kreditnya,” ungkap Nova.

Kolam budidaya lele milik Guslir.

Namun, di sisi lain, Nova mengakui, masih banyak masyarakat yang mengajukan pinjaman, namun tidak bisa ditindaklanjuti, karena adanya keterbatasan jumlah anggota di Tabur Puja. Ia berharap, agar ke depan ada kebijakan untuk menambah jumlah anggota di setiap Posdaya yang ada.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Lihat juga...