SENIN, 27 MARET 2017
LOMBOK — Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, puluhan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Sirajul Huda, Kabupaten Lombok Tengah mengikut aksi gerakan menanam pohon bersama aktivis lingkungan dan komunitas waterfall lover kawasan camping ground air Terjun Benang Kelambu, Desa Aiq Beriq, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
![]() |
| Gerakan menanam pohon di kawasan Desa Aiq Beriq |
“Kegiatan tersebut selain sebagai bagian dari rekreasi bagi siswa, juga bentuk pendidikan kepada santri bagaimana mengenal alam, dengan turun langsung serta mencintai lingkungan,” kata Guru sekaligus Ketua Yayasan Ponpes Sirajul Huda Lombok Tengah, Ahmad Jumaily, Senin (27/3/2017).
Menurutnya, dengan mengajak santri turun langsung ke lapangan, Ponpesnya ingin memberikan pemahaman dan pendidikan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai sumber kehidupan bagi manusia maupun flora dan fauna yang hidup di dalamnya.
![]() |
| Ahmad Jumaily, kanan, Guru dan Ketua Yayasan Ponpes Sirajul Huda |
Dengan demikian pemahaman dan kepekaan siswa terhadap lingkungan juga bisa semakin lebih, lebih tinggi dan tidak sekedar mempelajari teori di ruangan kelas.
“Kondisi alam kita saat ini sudah sangat memprihatinkan terutama kawasan hutan dan santri dan pelajar lain adalah generasi penerus yang harus dibangun kesadarannya dari sekarang tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan, salah satunya dengan menanam pohon,” katanya.
Sementara itu, Santi, salah satu santri Ponpes Sirajul Huja mengaku senang bisa ikut dalam aksi gerakan menanam pohon bersama aktivis lingkungan dan komunitas waterfall lover kawasan camping ground air Terjun Benang Kelambu, Desa Aiq Beriq.
Selain bisa liburan dan outbond di alam terbuka bersama teman-teman sesama santri, dirinya juga banyak mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru tentang pentingnya menjaga lingkungan dari para aktivis peduli lingkungan.
“Asyik dan menyenangkan melakukan kegiatan seperti ini di alam terbuka dan tidak belajar di ruangan terus yang terkadang membosankan, banyak pengetahuan dan pengalaman seru didapatkan,” katanya.
Aksi gerakan menanam pohon yang diikuti santri bersama aktivis pecinta lingkungan NTB sendiri merupakan bagian dari memperingati hari air sedunia.
Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi
