JUMAT, 10 MARET 2017
LAMPUNG — Personel satuan kepolisian air (Polair) Polres Lampung Selatan dan Search and Rescue (SAR) Lampung melakukan evakuasi jenazah korban tenggelam di wilayah Perairan Bakauheni. Korban sebelumnya ditemukan terapung tidak bernyawa oleh nelayan di Pulau Dua yang berjarak beberapa mil dari pelabuhan.
![]() |
| Tim SAR dan Polair evakuasi mayat tanpa identitas |
Mendampingi Kepala Satuan Polisi Perairan Polres Lampung Selatan Iptu Bahrudin, Aiptu Rahmadi menyebutkan, penemuan jenazah bermula dari informasi lisan nelayan di perairan Bakauheni. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, mayat dengan jenis kelamin laki laki yang memiliki tato di sebelah kiri dan tanpa busana tersebut ditemukan tersangkut di antara pohon bakau.
Menggunakan perahu karet (rubber boat) dari SAR serta kantong jenazah, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazaar Kalianda. Hingga saat ini ungkap Aiptu Rahmadi, korban masih berada di kamar jenazah. Sementara untuk identitas masih belum diketahui.
Sebelumnya, nelayan di sekitar perairan Bakauheni, Sodikin (34) mengaku selama dirinya melaut kerap terjadi penemuan jenazah di beberapa lokasi yang ada di pulau tersebut. Meski demikian ia mengaku beberapa korban yang ditemukan biasanya merupakan korban tenggelam dari kapal roll on roll (Roro) yang melintas di Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak Banten.
![]() |
| Proses evakuasi |
Terkait penemuan itu, petugas keselamatan berlayar penjagaan dan patroli Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni, Ferry Hendri Yamin mengungkapkan, dalam beberapa hari ini tidak ada laporan tentang penumpang kapal yang tenggelam. Namun ia berterimakasih kepada nelayan yang telah melaporkannya.
“Sudah dievakuasi dan untuk penangangan selanjutnya jenazah dibawa ke kamar jenazah RSUD Bob Bazaar sembari menunggu jika ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dan bisa menghubungi rumah sakit,”ungkap ferry Hendri Yamin.
Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
