Mata Air Sukaratu, Sumber Air Bersih Ratusan Warga Lampung Selatan

RABU, 22 MARET 2017

LAMPUNG — Pagi-pagi sekali, Ahmad (45), datang ke Mata Air Sukaratu di pinggir Jalan Lintas Sumatera yang terletak di samping Gedung Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kalianda, Lampung Selatan, dan tepat berada di depan Gardu Induk PLN Kalianda, untuk mengambil air dengan dua jerigen yang dibawanya.

Ahmad, usai mengambil air di Mata Air Sukaratu

Aktivitas tersebut dilakukan Ahmad setiap hari, sembari mengantarkan anak perempuannya berangkat sekolah. Bagi sebagian warga seperti Ahmad yang tinggal di Desa Negeri Pandan, Kecamatan Penengahan, mengambil air di Mata Air Sukaratu, Kecamatan Kalianda, itu merupakan aktivitas harian yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sementara bagi sebagian masyarakat lain hanya mengambil satu pekan sekali untuk kebutuhan air bersih, minum dan memasak.

Ahmad mengungkapkan, awalnya mata air Sukaratu ada beberapa titik, namun seiring perkembangan waktu, beberapa mata air sudah tak dimanfaatkan, dan sebagian lagi sudah dimanfaatkan untuk keperluan pribadi pemilik tanah dengan dipagar, dan masyarakat umum tidak memiliki akses untuk mengambilnya. Namun, satu mata air tersisa masih tetap bisa diakses masyarakat secara gratis, dan dalam sehari puluhan orang saat hari biasa dan ratusan orang saat musim kemarau, memenuhi mata air yang terus mengalir sepanjang waktu tersebut.

Menurut Ahmad, saat pagi hari tidak banyak orang yang mengambil air bersih, hanya sejumlah warga yang tinggal di dekat mata air itu yang mengambil air sembari berangkat ke ladang, sawah atau sembari mengantar anak sekolah. “Kalau siang menjelang sore bisa puluhan orang yang datang membawa jerigen. Ada yang menggunakan kendaraan roda dua dan ada yang menggunakan mobil, bahkan sampai antri di sini saking banyaknya orang mengambil air, karena airnya bersih dan siapapun boleh mengambil dan gratis,” ungkapnya.

Ahmad mengaku telah memiliki sumur air dalam. Namun, khusus untuk kebutuhan air minum, ia sengaja setiap hari mengambil air dari Mata Air Sukaratu, karena berdasarkan penelitian Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, menyebut jika kandungan air tersebut layak dikonsumsi bahkan tanpa harus dimasak. Ahmad pun mengaku selama puluhan tahun telah mengkonsumsi air bersih tersebut dan tak pernah mengeluhkan sakit apapun akibat meminum air bersih langsung dari sumber air tersebut.

Meski awalnya hanya berupa ceruk kecil yang proses pengambilannya harus menggunakan wadah air, oleh sebagian warga dan pemilik mata air yang mengalirkan air cukup deras tersebut dibuat saluran pipa sekitar 8 inchi. Pipa yang dipasang kini memudahkan warga mengambil air yang mengalir secara alami dan sebuah peneduh beratapkan asbes digunakan untuk melindungi pipa pvc dari kerusakan akibat sengatan panas matahari. Sebagian warga yang baru pulang dari kebun, sawah saat panas terik bahkan menggunakan air bersih tersebut langsung diminum dengan menggunakan botol tanpa harus dimasak.

Berbeda dengan Ahmad, seorang ibu rumah tangga bernama Icha (25), mengaku hanya mengambil air bersih itu dengan 2 galon air minum sekali dalam sepekan. Dua galon air bersih berisi sekitar 19 liter atau sekitar 38 liter itu bisa digunakan untuk keperluan selama seminggu. Icha juga mengaku, di rumahnya memiliki sumur air bersih, namun kebutuhan untuk minum ia lebih memilih mengambil secara langsung dari Mata Air Sukaratu tersebut. “Sekalian mengantar anak saya sekolah SD saya ambil air dengan galon terkadang suami saya yang mengambil air di sini sekalian lewat biar tidak bolak balik,” pungkasnya.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi