KAMIS, 23 MARET 2017
PONOROGO — Guna melestarikan budaya tradisional yang semakin hilang akibat modernisasi, warga Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo menggelar acara “Festival Desa Glinggang”.
![]() |
| Prosesi metik di tengah sawah padi. |
Dalam rangkaian acara tersebut terdapat “Prosesi Metik” sebagai simbol rasa syukur para petani padi saat akan memulai panen raya.
Rangkaian prosesi metik dimulai dari berkumpulnya warga di areal persawahan, kemudian berdoa bersama atau yang disebut Umbul Dungo dan terakhir makan ingkung secara bersama-sama atau Bruwah.
Dalam acara prosesi metik, ada yang unik, ribuan warga terlihat kompak memakai pakaian khas petani lengkap dengan caping. Warga terutama para ibu-ibu terlihat membawa nampan berisi ingkung (tumpeng.red) lengkap dengan lauk pauk ke dalam pendapa desa yang nantinya akan dimakan bersama seusai acara prosesi metik.
Tepat pukul 08.00 WIB, arak-arakan rombongan ibu-ibu dan gadis terlihat kompak berdandan ala ibu petani yang mengenakan kebaya dan jarik (kain batik.red) sembari membawa ingkung berjalan bersama dari pendapa desa menuju lahan pertanian padi milik warga sebagai titik akhir.
Salah satu warga, Mariani saat ditemui Cendana News menerangkan dirinya rela bangun dini hari demi memasak ingkung. “Setelah selesai masak, saya berdandan ala ibu petani sambil membawa ingkung,” jelasnya, Kamis (23/3/2017).
Menurut nenek dua orang cucu ini, sekitar 200 tumpeng terkumpul hasil dari sumbangan sukarela warga 12 RT. Setiap RT diwajibkan membuat minimal 10 ingkung.”Bahkan tadi RT 1 membuat 20 ingkung,” ujar Mariani.
Usai berkumpul di areal persawahan, warga harus duduk melingkar yang ditengahnya terdapat ingkung. Sebelum memulai makan bersama, terlebih dahulu dilakukan Umbul Dungo yang berarti kirim doa dan ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang bagus tahun ini.
Saat acara Umbul Dungo yang dilakukan oleh sesepuh ini dimulai dengan berdoa sesuai syariat Islam kemudian dilanjutkan dengan tarian-tarian yang dipimpin langsung oleh Mbah Prapto, seniman adat Jawa.
![]() |
| Arak-arakan tumpeng saat prosesi metik. |
Kepala Desa Glinggang, Rianto menambahkan saat prosesi umbul dungo juga terdapat partisipan dari warga asing yang ikut ambil bagian. “Ini yang menarik, ada warga asing yang mau ambil bagian dalam acara umbul dungo,” tutur Rianto.
Usai acara umbul dungo dilanjutkan dengan acara bruwah atau makan ingkung secara bersama-sama usai prosesi metik dilakukan. Acara ini sebagai penutup sekaligus yang paling dinanti masyarakat. Warga antusias berebut ingkung yang sudah dibawa masing-masing.
“Meski persiapannya hanya 10 hari, festival ini sukses digelar dengan dukungan dari masyarakat,” cakapnya.
Festival ini baru digelar mulai tahun ini. Rianto berharap tahun-tahun selanjutnya bisa lebih bagus lagi. “Semoga ke depan lebih baik lagi acaranya dan hasil panen padi bisa semakin banyak dan mendapat berkah,” pungkasnya.
![]() |
| Ritual Umbul Dungo dipimpin Mbah Prapto. |
Jurnalis: Charolin Pebrianti/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Charolin Pebrianti

