SABTU, 4 MARET 2017
BANTUL — Sejumlah ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Tani Wanita (KWT) Ngudi Rejeki, padukuhan Kweden, Desa Trirenggo, Bantul, berhasil mengembangkan aneka produk olahan makanan dari bahan daun kelor. Selain memiliki cita rasa yang khas, produk ini ternyata juga memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan.
![]() |
| salah seorang anggota KTW Ngudi Rejeki menunjukkan produk olahan daun kelor |
Berbagai macam produk olahan dibuat oleh KWT Ngudi Rejeki mulai dari teh daun kelor, kopi, mie, kerupuk, rempeyek, hingga soto dan bakwan daun kelor. Berkat keunikannya, produk ini pun menjadi salah satu produk unggulan yang mampu mengangkat nama desa Trirenggo Bantul.
Sekretaris KWT Ngudi Rejeki, Siti mengatakan, ia dan kelompoknya mulai mengembangkan produk olahan daun kelor sejak sekitar satu tahun terakhir. Berawal dari ide Camat setempat yang mendorong KWT Ngudi Rejeki memiliki produk olahan khas yang unik dan memiliki nilai keunggulan.
“Daun kelor sering diabaikan masyarakat karena kerap dihubungkan dengan dunia mistik. Dimana daun ini sering digunakan untuk memandikan jenasah dan mengusir sawan atau sebagai penolak bala. Padahal daun kelor sebenarnya memiliki manfaat kesehatan yang sangat tinggi,” ujarnya belum lama ini.
Berawal dari keprihatinan itulah, KWT Ngudi Rejeki yang beranggotakan 21 orang ini mulai memanfaatkan daun kelor yang banyak ditemukan di desa mereka menjadi produk olahan. Produk olahan yang pertama kali mereka buat awalnya hanya teh daun kelor, lalu berkembang menjadi berbagai macam produk seperti sekarang.
“Bermacam produk kita buat agar manfaat daun kelor ini bisa nikmati semua kalangan. Mulai dari balita, anak-anak, remaja hingga orang dewasa,” ujarnya.
![]() |
| Siti Haida |
Produk olahan daun kelor buatan KWT Ngudi Rejeki sendiri terbagi dalam dua kategori yakni, makanan kering atau instan seperti teh celup instan, kopi instan, jamu instan, kerupuk dan rempeyek kemasan, hingga coklat bungkus. Lalu ada pula makanan basah seperti soto daun kelor, pecel daun kelor bakwan daun kelor.
“Kita memasarkan produk olahan daun kelor ini lewat pameran-pameran dan kegiatan yang diselenggarakan pemerintah baik tingkat kecamatan maupun kabupaten. Selain itu kita juga membuka gerai sekaligus warung makan memanfaatkan rumah salah satu kelompok KWT, yang kebetulan adalah rumah saya,” katanya.
Dengan harga bervariasi mulai dari Rp.3ribu sampai dengan puluhan ribu, KWT Ngudi Rejeki mampu menjual ratusan bungkus produk olahan mereka setiap bulan. Mereka memproduksi berbagai produk tersebut secara bersama. Kini mereka bahkan telah mulai menanam sendiri pohon daun kelor di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan bahan olahan.
“Khasiat daun kelor sangat tinggi. Kandungan vitamin dan mineralnya bahkan lebih tinggi diantara buah atau sayuran lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang ada keunggulan dibandingkan sayuran lain diantaranya mengandung protein dua kali lebih banyak dari pada kedelai, mengandung enam kali lebih banyak vitamin C dari pada jeruk, 25 kali lebih banyak zat besi dari pada bayam, mengandung vitamin A empat kali lebih banyak dari pada wortel dan masih banyak lagi,” katanya.
Dengan berbagai macam kandungan vitamin dan protein yang sangat banyak itu, daun kelor dikatakan Haida juga memiliki manfaat, diantaranya menurunkan tekanan darah tinggi, mengurangi kolesterol dan meningkatkan kinerja jantung, menurunkan kadar gula dalam darah (diabetes), sebagai antioksidan, anti kanker, mencegah kerusakan hati dan ginjal, dan masih banyak lagi.
“Kita berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui manfaatnya, sehingga semua kalangan akan juga ikut mengkonsumsi daun kelor,” pungkasnya.
Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana
