RABU, 8 MARET 2017
PADANG — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Ade Supandi, meresmikan Monumen Perjuangan TNI Angkatan Laut (AL) di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
| Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi bersama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Monumen Perjuangan TNI AL di Pariaman. |
Menurut Ade, didirikannya Monumen Perjuangan TNI AL itu, merupakan sebentuk cara untuk mengenang dan menghargai upaya pejuang, khususnya prajurit TNI AL dalam merebut dan mempertahankan kedaulatan NKRI di daerah Pariaman.
Ade Supandi juga menjelasakan, dulu di masa perjuangan, musuh Indonesia satu yakni Belanda. Namun kini, musuh ada banyak sekali, lain-lain baju, rupa-rupa bentuk, warna pun beragam. Bagaimanapun, menurut Kasal, musuh yang paling dekat dan masih melekat di daerah pesisir hingga kini adalah ‘5K’.
“Musuh kita kini itu ada 5, nyebutnya 5K, di pesisir pantai semua. Apa itu? Kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, kekumuhan, kerawanan. Ini semua tantangan kita. Tidak usah ikut-ikut perang, perang itu biar tentara saja. Tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan membesarkan bangsa dengan belajar, sekolah, bekerja, dan berkarya untuk menjawab tantangan tadi,” katanya, di Pariaman, Rabu (8/3/2017).
Peresmian Monumen Perjuangan TNI AL yang didirikan di bibir Muara Pantai Gandaria, Kota Pariaman itu, dihadiri segenap Pejabat Tinggi Mabes TNI-AL, Danlantamal II Padang, jajaran Forkopimda Sumbar, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman, dan Ketua LKAAM Pariaman.
Selain itu Kasal juga mengkritisi laras tank dan meriam yang punggungi Samudera Hindia dan mengarah ke Kota Pariaman. Menurut Kasal, alih-alih menyerang musuh, tank dan meriam terlihat seolah hendak membombardir kota. Disebabkan kesan yang tidak bagus, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi meminta Wali Kota Pariaman untuk ubah arah laras agar memunggungi kota.
“Nanti kalau anak-anak atau pengunjung naik tank ini, terus berdiri di belakang meriam, imajinasi mereka akan berkembang. Mau serang apa? Ini arahnya ke mana? Ke kantor Wali Kota. Ini tank arahnya ke mana? Kantor Gubernur? Masa rubuhkan Kantor Wali Kota sama Gubernur?” canda Kasal disambut tawa masyarakat dan tamu yang hadir.
| Jajaran aparat TNI AL dan instansi terkait di Monumen Perjuangan TNI di Pariaman. |
Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, menyatakan, telah meminta kepada Pemko Pariaman terkait kritikan dari Kasal tersebut. Namun, di sisi lain Nasrul menilai, monumen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri untuk masyarakat Sumbar, khususnya warga Pariaman.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa