MAUMERE—Ambruknya sisi timur jembatan tambatan perahu di Desa Nangahale kecamatan Talibura kabupaten Sikka tidak berpengaruh terhadap aktivitas bongkar muat barang dari kapal tradisional antar pulau serta kapal nelayan sebab bagian jembatan yang ambruk lebih banyak dipakai sebagi tempat parkir mobil yang akan bongkar muat.
![]() |
| Aktivitas bongkar muat barang dan ikan di jembatan tambatan perahu Nangahale yang ambruk. |
“Rusaknya tidak parah dan tidak teralu berpengaruh kepada aktivitas di jembatan ini tapi kalau tidak dieprbaiki maka saat gelombang besar maka akan menggerus ke sisi lainnya,” ujarnya.
Untuk jangka pendek sebut Usman memang tidak berpengaruh tapi kalau tidak diperbaiki maka akan mengancam sisi jembatan lainnya yang pastinya akan ikut ambruk terkena hempasan gelombang setiap saat akibat angin kencang.
Hal senada juga disampaikan Umar Saleh nelayan lainnya. Dirinya berharap pelabuhan ini perlu diperbaiki tetapi bagian di sisi timur jembatan yang ambruk khususnya di pesisir perlu ditimbun bebatuan sebab areanya pun sudah ikut tergerus.
Selain itu tambahnya, panjang jalan di areal masuk pun perlu diperbaiki dan dilakukan pengerasan pada jalan yang berada persisi di ujung jembatan yang masih berupa tanah yang dipakai sebagai tempat berjualan oleh pedagang.
“Jadi kalau dibangun kembali perlu juga dipikirkan untuk perbaikan jalan masuk yang semennya sudah mulai rusak dan menimbun di bagian sisi jembatan yang terkena abrasi,” pintanya.
Disaksikan Cendana News, bagian jembatan yang ambruk terkena terjangan gelombang besar sepanjang Februari 2017 dengan panjang sekitar 3,5 meter sementara lebarnya sekitar 2,5 meter.
Terdapat beberapa mobil yang sedang parkir di dekat areal jembatan yang ambruk untuk menurunkan es balok yang diangkut ke kapal-kapal nelayan tradisional serta beberapa mobil pick up yang hendak memuat ikan hasil tangkapan. Tempat mengikat tali di bagian ujung dermaga yang ambruk pun terancam rusak serta pasir di dekat dermaga yang ambruk pun tergerus gelombang.
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary