RABU, 15 MARET 2017
MATARAM — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB), bulan Februari 2017, ikan dan udang termasuk lobster, jadi komoditi utama dan paling besar yang diekspor dibandingkan sejumlah barang komoditi lain di NTB, dengan nilai ekspor mencapai 49,87 persen.
![]() |
| Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB, Ni Kadek Adi Madri |
“Dibandingkan ekspor bulan Januari 2016, ekspor NTB pada 2017 menurun, tapi dari sisi nilai lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor pada tahun 2016, dimana tahun ini, ikan, udang dan lobster menjadi komoditi utama kegiatan ekspor NTB,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB, Ni Kadek Adi Madri di kantor BPS NTB, Rabu (15/3/2017).
Selain ikan, udang dan lobster, garam, belerang dan kapur senilai 24,93 persen, kemudian perabot dan penerangan rumah sebesar 9,64 persen dengan negara tujuan ekspor, terutama ekspor ikan, udang dan lobster, antara lain China dengan nilai ekspor mencapai 55,09 persen, Amerika Serikat sebesar 14,06 persen dan Korea Selatan sebesar 10,01 persen.
“Sementara untuk impor NTB pada bulan Februari 2017 mengalami penurunan dengan nilai USD 2.251.851, nilai ini mengalami penurunan 57,86 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2017 sebesar 5.984.903 USD yang sebagian besar berasal dari Vietnam 43,97 persen, China 21,67 persen dan Amerika Serikat 19,46 persen,” katanya.
Ditambahkan Kadek, jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah gula dan kembang gula sebesar 43,97 persen, bahan bakar mineral 19,68 persen dan mesin–mesin atau pesawat mekanik sebesar 19,31 persen.
Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi