SELASA, 28 MARET 2017
LAMPUNG — Usia belia tak mengurungkan niat Vanka Anjani (16), gadis yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Lampung Selatan ini, setiap sore rela menyisihkan waktunya untuk mengajar anak-anak usia sekolah dasar di desanya.
![]() |
| Vanka Anjani berkebaya hijau dengan anak didiknya yang berlatih tari tradisonal. |
Di saung tempat belajar yang ada di Dusun Waras Jaya, Desa Mekar Mulya, Kecamatan Palas, Vanka demikian ia dipanggil, melatih anak-anak untuk belajar mengaji dengan jumlah sekitar 30 anak bersama dengan salah satu pengajar lain yang masih belia bernama Nanda Riski Rahmasari (18) yang juga sudah lulus SMA. Vanka mengaku, dengan adanya saung belajar, sebagian anak di desanya kini selalu memiliki kegiatan sepulang sekolah terutama saat sore hari dengan belajar mengaji serta berbagai kegiatan belajar lain meski hanya membaca buku.
Ia bahkan mengaku, dirinya yang menekuni tari asal Jawa Barat dengan keahliannya menari Jaipong Bambung Hideng akhirnya menularkan keahliannya tersebut kepada anak-anak usia sekolah dasar. Sebanyak 30 anak dari kelas 3-6 SD sebagian yang tinggal di dusun tersebut sesuai dengan minatnya mulai belajar berbagai jenis tarian tradisional. Tak hanya jaipong tetapi berbagai jenis tarian tradisional dari beberapa daerah di Indonesia. Selain itu bersama rekan lain di antaranya Dila (17) siswa SMA dan Ipeh (13) siswa SMP, ia mulai bersama mengajari anak-anak di desanya berbagai jenis tarian.
“Kalau kegiatan utama saung belajar memang belajar berbagai jenis pelajaran sekolah, membaca dan kegiatan lain layaknya tambahan pelajaran. Tapi di saat tertentu kita juga latih mereka menari terutama di akhir pekan dan hari libur,” terang pengajar saung belajar, Vanka Anjani saat ditemui di Dusun Waras Jaya, Desa Mekar Mulya, Kecamatan Palas, Selasa (28/3/2017).
Vanka yang duduk di kelas XI salah satu sekolah negeri dan memiliki waktu libur panjang saat siswa kelas XII menjalani ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan Ujian Sekolah (US), membuat dirinya memiliki banyak waktu mengajar anak-anak. Waktu mengajar dilakukan saat sore hari dari sekitar pukul 15:00 WIB hingga pukul 17:00 WIB dengan pelajaran mengaji dan setelah mengaji dirinya mengajar menari. Sementara pada hari libur kegiatan belajar dan melatih menari dilakukan saat pagi hari dari sekitar pukul 09:00 WIB hingga siang hari dan tidak mengganggu aktivitas anak didiknya.
![]() |
| Anak-anak belajar tari tradisonal. |
Desa dengan mayoritas bersuku Sunda tersebut, membuat Vanka Anjani menguasai tarian Jaipong Bambung Hideng. Namun ia juga mengaku menguasai beberapa tarian tradisional di antaranya tarian Sabilulungan, Bubui Bulan, tarian Indang atau Dindin Badindin dari Sumatera Barat, tari Cindai dari Melayu, Tari Sembah dan Tari Bedana dari Lampung dan juga kegiatan menyanyi lagu-lagu tradisional. Selain Vanka ia juga mengajak beberapa siswa sekolah lain yang mencintai dunia tari untuk mengajari anak-anak usia sekolah dasar tersebut.
Vanka Anjani yang mendapat dukungan dari sang ibu bahkan mengaku sebanyak 4-5 orang anak dilatihnya dengan tari tertentu sehingga dari sekitar 30 anak bisa menguasai berbagai jenis tarian berbeda. Beberapa penari tersebut, diakuinya, selain tampil di sekolah juga akan diajak tampil dalam berbagai iven kegiatan yang melibatkan penari cilik termasuk penampilan pembacaan puisi dan juga menyanyi.
“Selain melatih percaya diri, keberanian dan juga berekspresi kami para pelatih mengajarkan anak-anak kekayaan tari tradisional yang ada di Indonesia,” terang Vanka Anjani.
Khusus untuk kostum bagi para penari, saat ini saung belajar diakuinya belum memiliki kostum sendiri sehingga harus meminjam dari pemilik rias pengantin. Namun, ia mengaku, berusaha agar anak-anak didiknya yang belajar kesenian tradisional bisa memperoleh bantuan untuk pembuatan kostum menari tradisional yang akan ditampilkan oleh anak-anak didiknya. Ia juga bahkan mengaku latihan menari tersebut akan segera ditampilkan dalam sebuah acara di tanggal 2 April mendatang untuk memberikan penampilan berbagai tari tradisional yang telah dilatihnya selama berbulan-bulan.
![]() |
| Tari tradisional yang dilatihkan kepada anak-anak saung belajar di Desa Mekar Mulya Kecamatan Palas. |
Beberapa jenis tarian lain yang ada di Indonesia selain yang sudah diajarkan, diakui oleh Vanka Anjani dalam waktu dekat akan diajarkan juga kepada anak-anak didiknya. Meski demikian, ia mengaku, kendala kostum dan juga perangkat tambahan untuk penampilan masih terus diusahakan agar anak-anak tidak hanya menguasai satu jenis tarian khususnya tarian tradisional melainkan berbagai jenis tarian tradisional yang ada di wilayah Indonesia.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

