BANJAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Jawa Barat, terus berupaya melobi pemerintah, baik pusat, provinsi, bahkan Pemerintah Kota Banjar sendiri, untuk meminta penambahan mobil pemadam kebakaran (Damkar).
| Kepala BPBD Kota Banjar, Yayan Herdiaman. |
Kepala BPBD Kota Banjar, Yayan Herdiaman, SH., M.Si., saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (09/03/2017), menyatakan, saat ini BPBD Kota Banjar kekurangan mobil Damkar dalam penanggulangan kebakaran. Oleh karena itu, pihaknya menginginkan untuk penambahan mobil tersebut.
Menurut Yayan, saat ini juga keadaan mobil Damkar pun rata-rata tergolong tua. Dibeli pada 2004 lalu.
“Mobil Damkar kami hanya 3 unit, kalau dibilang kurang ya kurang, apalagi untuk perisitiwa kebakaran yang besar,” kata Yayan.
Menurut Yayan, untuk penambahan mobil Damkar, pihaknya sangat berharap kepada Pemerintah Kota Banjar untuk segera merealisasikannya. Sebab mobil yang ada sekarang kondisinya sudah tua, sehingga sudah tidak bisa lagi menampung air dengan jumlah maksimal.
“Kami sangat berharap kepada Pemerintah Kota Banjar untuk segera merealisasikan pembelian tambahan armada pemadam kebakaran yang baru,” ungkapnya.
Oleh karena itu, selain meminta kepada pihak Pemerintah Kota Banjar, BPBD sendiri berencana akan mengajukan proposal ke Departemen Dalam Negeri dan Badan Bencana Nasional untuk penambahan mobil Damkar tersebut.
“Kami terus mengajukan proposal,ya semoga berhasil. Untuk saat ini belum ada laporan dari mereka, khususnya masalah realisasi bantuan tambahan armada Damkar tersebut,” tandasnya.
Yayan mengungkapkan, selama peristiwa kebakaran besar saat ini, memang pihaknya selalu mengandalkan bantuan dari kabupaten/kota tetangga, seperti Ciamis, Cilacap, bahkan Tasikmalaya.
“Kami selalu meminta bantuan mobil Damkar dari kabupaten/kota tetangga bila terjadi peristiwa kebakaran yang besar,” tandasnya.
Jurnalis: Baehaki Efendi / Editor: Satmoko / Foto: Baehaki Efendi