RABU, 22 MARET 2017
BANJAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, meminta seluruh daerah di wilayah Provinsi Jawa Barat, untuk mengaktifkan posko siaga bencana sebagai langkah antisipasi bencana alam yang bisa terjadi setiap saat.
| Dr. Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc. |
“Setidaknya dengan aktifnya posko siaga bencana, segala kemungkinan bencana yang akan terjadi di daerah bisa segera tertangani melalui posko tersebut,” kata Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc., saat berkunjung ke Kantor BPBD Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (22/3/2017).
Menurut Dicky, di tengah musim yang tidak menentu seperti saat ini, dan sedang dialami Provinsi Jawa Barat, tidak menutup kemungkinan akan terjadi bencana yang bisa membahayakan manusia. Karena itu, penting disediakan sebuah langkah antisipasi dengan menyediakan posko siaga bencana.
Secara keseluruhan, Propinsi Jawa Barat, dengan topografi dan geografis yang bergunung, berbukit, sungai dan pantai, itu sangat mungkin tertimpa sejumlah bencana seperti banjir, longsor dan bencana lainnya. “Semua daerah punya potensi sama terkena bencana, karena itu butuh kesigapan daerah untuk menanggulanginya,” kata Dicky.
Selain menyediakan posko, setiap daerah juga diminta menyediakan stok pangan untuk penanggulangan, jika terjadi bencana. “Beras, paket sembako, makanan siap saji, itulah yang akan dipakai saat bencana terjadi,” katanya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Yayan Herdiaman, SH., M.Si., mengatakan, pada prinsipnya BPBD Kota Banjar selalu siap siaga 24 Jam untuk mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya bencana yang melanda di wilayah Kota Banjar. “Apalagi, Kota Banjar masuk ke dalam peringkat kelima wilayah rawan bencana alam di Provinsi Jawa Barat, jadi kita selalu siap siaga 24 Jam,” tegasnya.
Untuk kendala sendiri yang kini dialami oleh BPBD Kota Banjar, adalah belum adanya gudang yang besar untuk tempat penyimpan logistik, serta tambahan satu unit mobil pemadam kebakaran. Yayan, berharap kepada pihak terkait untuk dapat dengan segera merealisasikan kedua kebutuhan yang sangat urgen tersebut, sehingga bila terjadi bencana besar di wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, bisa cepat tertangani dan diantisipasi.
Jurnalis: Baehaki Efendi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Baehaki Efendi