SELASA, 21 MARET 2017
PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Usaha menjahit yang dilakoni Nova Oktavia, warga Jorong Bawah Duku, Kenagarian Koto Baru, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), sungguh telah membuat kehidupannya jauh lebih baik.
| Kondisi tempat usaha menjahit Nova Oktavia yang berada di rumahnya. |
Ibu dua orang anak itu memang telah memiliki keahlian untuk menjahit sejak tahun 2003. Di awal usahanya, Nova hanya memiliki satu unit mesin jahit saja. Ketika itu usahanya memang tidak begitu banyak pesanan untuk menjahit, hanya masyarakat sekitar yang mengantarkan bahan kain untuk dijahit oleh Nova.
Bahkan, cerita Nova, tidak sedikit hasil jahitan yang dikerjakan olehnya, tidak dijemput oleh orang yang memesannya. Sampai saat ini pun, pakaian tersebut juga tak kunjung diambil oleh pemiliknya.
“Saya enggan sekali untuk meminta uang muka upah jahitannya. Tapi itu risikonya, yang harus saya terima. Sekarang ada beberapa helai pakaian yang masih saya simpan, yang merupakan jahitan sejak 2 tahun yang lalu yang tidak diambil pemiliknya,” ujarnya, Selasa (21/3/2017).
Meski dirugikan oleh sejumlah pemesan jahitan, semangat Nova tidak surut untuk tetap melanjutkan usahanya itu. Pada tahun 2014, kehadiran KPRI Kencana BKKBN Kabupaten Solok, Unit Tabur Puja (Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera) di bawah naungan Yayasan Damandiri, tepatnya di Posdaya Bina Karya Koto Baru, membuat Nova mendapat bantuan dalam hal pendanaan melalui peminjaman dana usaha ke Tabur Puja.
Dengan mendapatkan peminjaman dana sebesar Rp2 juta untuk usaha menjahitnya, Nova pun menambahkan sejumlah kebutuhan untuk usahanya itu, seperti mesin jahit, benang, dan yang lain.
“Saya mulai melakukan peminjaman ke Tabur Puja Posdaya Bina Karya itu pada tahun 2014. Ketika pengajuan saya diterima, saya benar-benar merasa senang sekali, karena usaha menjahit yang saya jalani selama ini memang terkendala dana, terutama kebutuhan penambahan mesin jahit,” katanya.
Seiring waktu terus berjalan, peminjaman dana usaha ke Tabur Puja pun dilanjut ke tahap selanjutnya. Nova terus mengembangkan usaha menjahitnya dan menambah lagi mesin jahitnya. Semenjak itu, dengan adanya mesin jahit yang memadai, banyak pesanan yang diterimanya, yang tidak hanya dari sekitar daerah di Kabupaten Solok, tetapi bahkan dari Kabupaten Dharmasraya.
Pesanan jahitan yang ia terima, konvensi pakaian wisuda sekolah dasar dan pakaian seragam sekolah. Selain menerima pesanan, Nova juga banyak menerima pesanan jahitan dari masyarakat sekitar di Koto Baru dan juga permak sejumlah pakaian. Dengan usahanya itu, Nova menyatakan omzet yang diperolehnya rata-rata Rp2 juta per bulan.
“Untuk stel jahitan upahnya Rp150.000 bahan jahitannya dari yang memesan dan kebanyakan yang memesan jahitannya bahannya dari mereka sendiri,” ungkapnya.
Nova juga menyebutkan, usaha menjahit yang dijalaninya itu, dibuka di rumahnya yang memiliki toko berukuran petak 3×4 meter. Dalam menjalani usahanya itu, Nova hanya bekerja sendiri dan terkadang ada teman yang membantu apabila mendapat pesanan dengan jumlah yang lebih banyak.
Ketika ditanya dengan adanya bantuan pinjaman dana dari Tabur Puja terhadap usahanya, Nova mengakui hal yang dilakukan oleh Tabur Puja sangat membantu masyarakat. Bahkan ia menilai, Tabur Puja merupakan sebuah lembaga yang benar-benar membantu masyarakat yang kurang mampu yang ingin mengembangkan usaha.
Kini, dengan adanya usaha itu, Nova mampu menyekolahkan dua orang anaknya yang duduk di sekolah SLTA/Sederajat dan SD. Selain itu, laba dari usahanya, Nova pun telah menambah bangunan rumah. Sementara suaminya, bekerja sebaga seorang sopir angkutan umum jurusan Padang-Solok.
“Saya benar-benar mengucapkan banyak terima kasih dengan adanya kepercayaan yang besar kepada saya dalam hal peminjaman dana. Meski tidak ada jaminan apa pun dan tidak sesulit melakukan peminjaman ke pihak perbankan,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Project Managemen Unit (PMU) Tabur Puja Supervisor Area V, Edi Suandi, mengatakan, peminjaman dana usaha yang diberlakukan oleh Tabur Puja memang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan dana untuk membuka unit usaha. Karena di Tabur Puja, peminjamannya tidak ada jaminan, dan tidak pula dipersulit. Sistemnya pun tidak sama dengan perbankan yang seakan tidak memberikan kesempatan untuk masyarakat kecil yang ingin membuka usaha.
“Sistem kita itu melalui pembinaan, memang tidak ada jaminan dalam peminjaman dana usaha. Tapi, terus kita bina dan kita sosialisasikan cara mengelola keuangan. Nah, dengan cara itu mereka bisa membayarkan kredit pinjaman setiap satu kali dalam satu minggu. Itu pun mereka yang datang langsung ke Posdaya, tanpa ada pihak Posdaya untuk menjemput ke rumah,” kata Edi.
Ia menegaskan, kehadiran Tabur Puja memang membantu masyarakat yang ingin mengembangkan usaha dan ingin membuka usaha. Tapi tidak memiliki jaminan untuk meminjamkan dana usaha. Edi melihat, banyak masyarakat tersandung dalam peminjaman dana ini soal, yaitu soal jaminan ke pihak bank. Tabur Puja, hadir untuk mengatasi persoalan itu, dengan cara sosialnya.
| Nova Oktavia |
“Saya senang sekali melihat masyarakat yang senang, usahanya bisa tumbuh dengan baik, pembayaran kreditnya pun lancar. Inilah yang kita harapkan,” tegasnya.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa