JUMAT, 17 MARET 2017
BALIKPAPAN — Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP2KB) Kota Balikpapan mengharapkan dapat mencapai target total fertility rate (TFR) 2,1 sesuai target nasional. Hal itu merupakan indikator kinerja program keluarga berencana (KB).
![]() |
| Kepala BPMP2KB Sri Wahyuningsih |
Kepala BPMP2KB Balikpapan, Sri Wahyuningsih menjelaskan, dalam hal ini baru mencapai TFR 2,6 yang artinya belum maksimal dalam program KB atau belum rata-rata keluarga maupun pasangan subur memiliki anak dua hingga tiga anak.
“Kita gencar sosialisasi KB namun kita terbentur pada persepsi masyarakat mengenai hak asasi manusia. Alasannya masih ingin punya anak lebih dari dua dan itu hak manusia,”sebutnya kepada media, Jumat (17/3/2017).
Meski memiliki masyarakat memiliki pemahaman hal itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi KB khususnya ke pasangan usia subur (Pus) melalui kader-kader yang ada di lapangan.
Dikatakanya, mengulas atau berbicara KB tidak hanya bicara jumlah anak, namun juga bicara soal ketahanan negara. Karena, KB itu bagaimana menekan angka kelahiran.
“Artinya kita juga bicara pada ketahanan sebuah keluarga yang ada di Balikpapan. Jadi tidak hanya melulu bicara alat kontrasepsi, kondom dan lain-lain,” tandas perempuan yang akrab disapa Yuyun.
Yuyun mengatakan, dalam ketahanan keluarga juga diwujudkan dengan bentuk pembinaan pola asuh agar ke depannya memperoleh penerus generasi bangsa hingga memberikan pemahaman mengenai semangat gender bagi kaum remaja itu sendiri.
“Makanya kami juga menyasar kelompok remaja, yakni bagaimana menggelorakan semangat generasi perencana melalui katakan tidak pada tiga hal yakni tidak menikah pada usia dini, tidak seks bebas, dan tidak narkoba,” tutupnya.
Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti