KAMIS, 16 MARET 2017
BALIKPAPAN — Belum lama diluncurkan, bright gas khususnya 5,5 kilogram atau yang sering disebut pinky, konsumsinya terus meningkat untuk wilayah Kalimantan Timur. Tercatat hingga kini konsumsi bright gas berada di level 34 metrik ton/bulan, naik 44% dari rata-rata bulanan tahun 2016 sebesar 19 MT/bulan.
| LPG bright gas pinky 5,5 kg. |
Manager Communication & Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova, mengungkapkan, bright gas si pinky sangat diminati konsumen, khususnya ibu-ibu, karena fitur produknya yang menarik. Sosialisasi penggunaan bright gas akan terus dilakukan di wilayah Kalimantan Timur. “Fitur si pinky yang menarik menjadi diminati ibu-ibu atau pilihan penggunaan bright gas, tercatat konsumsi bright gas juga terus meningkat,” katanya, Kamis (16/3/2017).
Naiknya konsumsi bright gas si pinky juga salah satu program yang dikeluarkan Pertamina, mengikuti program lainnya, yakni program Trade In atau penukaran tabung 3 kg ke 5,5 kg. Tercatat melalui program itu, sudah mencapai 4.300 tabung yang sudah ditukarkan. Realisasi konsumsi tertinggi di Kalimantan Timur yakni Samarinda kemudian disusul Kota Balikpapan.
Lanjut Alicia, peningkatan konsumsi bright gas tidak hanya pada si pinky, namun juga bright gas dengan ukuran 12 kg. “Pada jenis produk bright gas 12 kg, juga terjadi peningkatan konsumsi sebesar 17% dari rata-rata bulanan 195 MT/bulan di tahun 2016 menjadi 236 MT/bulan di tahun 2017,” sebut perempuan kelahiran 1980 ini.
Ia mengharapkan, konsumsi bright gas 5,5 kg bisa merata di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Bright gas dengan ukuran 5,5 kilogram ini memiliki berat kosong 7,1 kg dan total berat termasuk isinya hanya 12,6 kg.
![]() |
| Alicia Irzanova. |
“Dengan berat yang proporsional membuat ibu-ibu tidak terlalu susah mengangkatnya apabila bright gasnya habis. Fitur lainnya juga memiliki katup ganda sehingga lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung,” tutupnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti
