SELASA, 14 MARET 2017
MAUMERE — Pembangunan jembatan tambatan perahu yang berasal oleh pemerintah di berbagai wilayah pesisir Kabupaten Sikka hendaknya berdampak kepada peningkatan hasil tangkapan nelayan sehingga juga bisa berdampak kepada pengurangan rumah tangga nelayan miskin di Kabupaten Sikka.
![]() |
| Jembatan tambatan perahu di Ndete, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda yang baru diresmikan. |
Demikian disampaikan Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga dalam sambutannya pada acara peresmian jembatan tambatan perahu Ndete, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Selasa (14/03/2017).
“Kita semua ini punya tugas untuk menjaga, merawat dan memelihara fasilitas yang sudah dibangun dan harus tetap menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya serta memanfaatkan bangunan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
.
Ditambahkan Rafael, dalam rangka mendukung dan mewujudkan sektor unggulan yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Sikka yakni sektor pertanian, kelautan, perikanan dan sektor pariwisata, semua ini merupakan bagian dari wujud sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), oleh karena itu NKRI adalah harga mati untuk kita.
Senada dengan Rafael, Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera, mengharapkan, agar pembangunan tambatan perahu ini bisa meningkatkan hasil tangkapan nelayan yang berdampak terhadap meningkatknya pendapatan para nelayan.
“Kepada para kepala desa saya berharap jika ada kerusakan langsung perbaiki. Tidak boleh menunggu terlalu lama dan pemeliharaan tambatan perahu ini saya serahkan kepada para kepala desa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Wihelmus Sirilus, menjelaskan, Kabupaten Sikka masih kekurangan sarana dan prasarana perhubungan khusus di bidang transportasi laut sebagai penghubung wilayah kepulauan dan daerah-daerah pesisir ke pusat pemerintah dan pusat ekonomi.
Dengan adanya pembangunan tambatan perahu ini, lanjut mantan Kepala Dinas Pariwisata ini, maka akan membantu percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah kepulauan dan pesisir yang masih tertinggal, baik di bidang ekonomi maupun infrastruktur.
“Maksud dari pembangunan tambatan perahu untuk memenuhi kebutuhan prasarana di bidang transportasi laut, yaitu tambatan perahu bagi masyarakat wilayah pesisir yang belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai, sehingga dapat memberikan dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat wilayah pesisir,” terangnya.
Wihelmus menjelaskan, anggaran pembangunan fasilitas tambatan perahu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 dengan biaya pembangunan sebesar Rp1,4 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Leksi Topan.
Salah seorang warga Desa Reroroja, Rudolfus Paskalis Dika, dalam sambutannya menyampaikan, sebelum dibangun tambatan perahu, setiap musim barat dan angin kencang yang berdampak kepada tingginya gelombang, sampan dan perahu kecil ditarik ke darat agar tidak rusak dihempas gelombang.
Rudolfus menjelaskan, di Desa Reroroja ada 113 kepala keluarga yang menekuni pekerjaan sebagai nelayan, baik sebagai nelayan tangkap, nelayan pancing, pengepul dan penjual hasil laut. Di Desa Reroroja terdapat 54 buah perahu bagan atau kelong yang beroperasi. Sementara yang menjadi milik masyarakat nelayan Reroroja hanya 3 buah saja.
![]() |
| Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera, saat menandatangani prasasti peresmian tambatan perahu di Ndete. |
Hadir pada kesempatan itu, selain Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera dan Ketua DPRD Kabupaten Sikka Rafael Raga, juga ada anggota DPRD Sikka, pejabat yang mewakili Forkopimda Sikka, pimpinan SKPD Kabupaten Sikka, Camat Magepanda Urbanus Pagan, Kapolsek Nita Iptu Sungkono, Danramil 1603-01/Alok Kapten Infantri Surikan, tokoh masyarakat, serta para nelayan.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
